Berita Bali

Ngurah Anom Dituntut Bui 7,5 Tahun, Korupsi Dana KUR Bank Plat Merah di Badung

Terdakwa Ngurah Anom Wahyu Permadi (35) dituntut pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan (7,5 tahun).

Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa dugaan korupsi di bank BUMN, Ngurah Anom saat menjalani sidang tuntutan secara daring, Senin (28/11). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Ngurah Anom Wahyu Permadi (35) dituntut pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan (7,5 tahun).

Ngurah Anom dituntut karena diduga menyelewengkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank BUMN di Badung.

Terdakwa yang bekerja pada bagian kredit atau mantri dari tahun 2015 sampai 2018 di bank plat merah tersebut disinyalir merugikan keuangan negara sebesar Rp1,7 miliar.

Baca juga: Tak Hanya Rawan Terjadi di Institusi, Tindakan Korupsi Juga Dapat Terjadi Pada Kegiatan Bisnis


Surat tuntutan terhadap terdakwa tersebut telah dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Luh Heny Febriyanti Rahayu dkk dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Senin (28/11).

Sebagaimana pembuktian selama persidangan, oleh tim JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung, terdakwa Ngurah Anom dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sesuai dakwaan primair JPU, terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor yang diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca juga: Dugaan Korupsi Rp 5 Miliar Kepala Unit Bank Pelat Merah di Bangli, Hari Ini Periksa Saksi Lagi


"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ngurah Anom Wahyu Permadi berupa pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara, dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Menghukum terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsidiair enam bulan kurungan," tegas JPU Heny Febriyanti.


Pula terdakwa dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.761.178.577. Apabila terdakwa tidak bisa membayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun).

Baca juga: Korupsi Penyimpangan KUR di Bank BUMN Kota Denpasar, Riza Hanya Terima Vonis Dua Tahun Penjara


Terhadap tuntutan tim JPU, terdakwa didampingi tim penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis. Nota pembelaan akan dibacakan pada sidang yang digelar, Kamis, 8 Desember 2022.


Diketahui, terdakwa bekerja sebagai karyawan bagian kredit di Bank BUMN yang terletak di Jalan Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung.

Diduga terdakwa melakukan penyimpangan dalam pengajuan dengan cara menggunakan dokumen palsu, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) dalam pengajuan KUR Mikro terhadap 99 debitur.


Juga terdakwa melakukan Kredit Topengan terhadap satu debitur Kupedes Rakyat dengan sisa baku debet per-31 Maret 2022. Dari perbuatan terdakwa ini dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp1.761.178.577. (*)

 

 

 

Berita lainnya di Korupsi di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved