Berita Bangli

Dua Ibu Hamil di Bangli Bali Reaktif HIV, Simak Penjelasannya Berikut Ini

Ibu hamil di Bangli, wajib menjalani serangkaian pemeriksaan, salah satunya pemeriksaan HIV/AIDS. Begini penjelasannya.

NET
Ilustrasi hamil - Ibu hamil di Bangli, wajib menjalani serangkaian pemeriksaan, salah satunya pemeriksaan HIV/AIDS. Dari pemeriksaan yang dilakukan sejak awal tahun 2022, tercatat dua orang dari 2.311 ibu hamil reaktif HIV. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ibu hamil di Bangli, wajib menjalani serangkaian pemeriksaan, salah satunya pemeriksaan HIV/ AIDS.

Dari pemeriksaan yang dilakukan sejak awal tahun 2022, tercatat dua orang dari 2.311 ibu hamil reaktif HIV.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Arsana, Kamis (1/12/2022).

Pihaknya menjelaskan, ibu hamil memiliki resiko melahirkan anak dengan beberapa penyakit bawaan.

Oleh sebab itu ada program nasional, untuk melakukan pemeriksaan beberapa penyakit.

Diantaranya sifilis, HIV/AIDS, hingga hepatitis.

Baca juga: Perubahan Bentuk Kuku Ternyata Jadi Tada Awal Penyakit Berbahaya: Sakit Jantung Hingga HIV/AIDS

Baca juga: KASUS HIV/AIDS di Badung, Paling Banyak Diderita Usia 20-29 Tahun 

Ibu hamil di Bangli, wajib menjalani serangkaian pemeriksaan, salah satunya pemeriksaan HIV/AIDS.

Dari pemeriksaan yang dilakukan sejak awal tahun 2022, tercatat dua orang dari 2.311 ibu hamil reaktif HIV.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Arsana, Kamis (1/12/2022).
Ibu hamil di Bangli, wajib menjalani serangkaian pemeriksaan, salah satunya pemeriksaan HIV/AIDS. Dari pemeriksaan yang dilakukan sejak awal tahun 2022, tercatat dua orang dari 2.311 ibu hamil reaktif HIV. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Arsana, Kamis (1/12/2022). (Mer)

 

Terkait pemeriksaan HIV/ AIDS pada ibu hamil, lanjut Arsana, tujuannya untuk mencegah munculnya orang dengan HIV/ AIDS ( ODHA) baru.

"Jadi kalau ibu hamil itu di awal ditemukan reaktif, kita bisa lakukan upaya pencegahan dengan antiretroviral (ARV).

Dengan demikian anak yang baru lahir nantinya tidak tertular HIV/ AIDS.

Begitupun dengan proses persalinannya juga khusus," ujarnya.

Dikatakan pula, sejak Maret 2022 RSU Bangli telah membuka pelayanan HIV/ AIDS.

Tujuannya untuk mendekatkan layanan pada masyarakat, sebab selama ini untuk mendapatkan ARV masyarakat harus mendatangi rumah sakit di Gianyar hingga Denpasar.

GRAFIS HIV AIDS
GRAFIS HIV AIDS (Tribun Bali/Dwi S)

"Layanan ini dapat diakses di Poli Adenium yang buka seminggu sekali, tepatnya pada hari Kamis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved