Berita Buleleng

Kasus Kematian Suspek Rabies Tinggi, Pemkab Buleleng Didesak Tetapkan Sebagai Kejadian Luar Biasa

Kasus kematian suspek rabies tinggi, Pemkab Buleleng didesak tetapkan sebagai kejadian luar biasa.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Anggota Komisi IX DPR RI,  I Ketut Kariyasa Adnyana. Kasus kematian suspek rabies tinggi, Pemkab Buleleng didesak tetapkan sebagai kejadian luar biasa. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejak Januari hingga saat ini, tercatat ada 12 warga Buleleng yang tewas suspek rabies.

Jumlah ini pun tergolong tinggi, sehingga Pemkab Buleleng didesak untuk segera menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). 

Desakan itu muncul dari Anggota Komisi IX DPR RI,  I Ketut Kariyasa Adnyana.

Pria asal Kecamatan Busungbiu, Buleleng itu menyebut tingginya kasus rabies di Buleleng membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak.

Bila dibiarkan, kasus kematian dikhawatirkan akan semakin meningkat, serta dapat  merusak image pariwisata di Bali, khususnya Buleleng

Untuk itu, ia mendesak Buleleng menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus rabies.

Sebab dengan demikian, akan ada pembahasan dan langkah-langkah serius baik dari Pemkab Buleleng dan masyarakat.

Sebab rabies menjadi isu yang serius dan sensitif, mengingat Bali merupakan daerah pariwisata yang sangat bergantung pada keamanan dan kesejatan. 

"Ini harus dibicarakan dan ditindaklanjuti dengan serius. Jangan sampai jumlah korban semakin meningkat, dan image pariwisata Bali yang sejatiny sudah mulai bangkit dari Covid-19, akan digunakan oleh oknum tertentu ubtuk menjatuhkan pariwisata di Bali," katanya. 

Baca juga: BREAKING NEWS! Warga Desa Patas Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali Tewas Suspek Rabies

Kariyasa juga menyayangkan kasus kematian dengan suspek rabies di Buleleng saat ini sudah mencapai 12 kasus.

Ia pun mendorong Pemkab Buleleng untuk lebih giat memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait penanganan kasus gigitan anjing, serta tidak meliarkan hewan peliharaannya.

Serta membentuk Perda, Perbup, atau Perarem, agar masyarakat lebih disiplin dalam memelihara anjing. 

"Ini sangat berbahaya, pemahaman bahwa rabies penyakit yang berbahaya masih kurang. Harus ada langkah konkret dari Pemda mengatasi rabies. Vaksin rabies sudah disediakan pemerintah. Masyarakat juga harus menjaga dengan baik anjing peliharaannya. Tidak diliarkan dan harus divaksin, karsna anjing yang liar bisa menularkan virus," jelasnya. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved