serba serbi
Kisah Rai Suweca, Ngiring Ngusada Dengan Ramuan Herbal, Hingga Jadi Pendiri UD Tri Hita Karya
Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari
"Tri Hita Karya bisa diartikan tiga tujuan.
Maksudnya adalah setelah memeroleh hasil daripada usaha ini, maka akan kami share untuk kemanusiaan, alam lingkungan, dan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Ini sesuai dengan konsep Tri Hita Karana," sebutnya.
Sebab bagi Rai Suweca, hidup tidak boleh sendiri dan harus berbagi selagi bisa.
Usaha yang dirintisnya ini sudah ada sejak 2003, dan bahkan sudah produksi sejak tahun itu.
Bahkan ia juga telah memasarkan ke luar negeri.
"Waktu itu brem dan arak yang laku, jadi sebagai suvenir banyak," sebutnya.

Namun dibalik kepiawaian Rai Suweca dalam meracik minuman beralkohol, ia juga pandai meracik ramuan herbal.
Sebab anak bungsu dari 5 bersaudara ini, memang sudah dipilih ngiring menjadi pengusada atau balian sejak usianya masih 30 tahun.
Namun baru ia sanggupi di usia kepala lima saat ini.
"Awalnya takut dan berpikir ngiring itu berat," katanya.
Memang ada darah keturunan balian pengusada pada diri Rai Suweca.
Namun sayang hal itu sempat terputus beberapa generasi.
Hingga akhirnya Rai Suweca terpilih untuk meneruskan amanah leluhur ini. '
Berawal dari mimpi, bahwa ia dilatih membuat tamba (obat) dari ramuan herbal.