Berita Buleleng
Digigit Anjing Liar di Jari Telunjuk November Lalu, Warga Buleleng Tewas Suspek Rabies
Kasus rabies di Buleleng, merasa luka gigitan hanya berbentuk goresan kecil, PS pun tidak mencuci luka tersebut dengan sabun dan air mengalir
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Lagi-lagi satu warga Buleleng harus meninggal dunia akibat suspek rabies.
Nyawa PS (59), warga asal Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali tidak dapat diselamatkan, setelah sempat menjalani penanganan intensif selama satu hari di RSUD Buleleng.
Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha, Sabtu 17 Desember 2022 mengatakan, PS diterima oleh pihaknya, Kamis 15 Desember 2022 pagi, dengan gejala sudah mengarah pada suspek rabies.
Seperti badan lemas, takut air, takut udara, sesak, dan demam.
Baca juga: Anjing Positif Rabies Serang Anak di Gilimanuk, Petugas Gelar Vaksinasi Emergency
Pihak medis pun langsung merawatnya di ruang isolasi Sandat, dengan diberikan obat penenang dan nutrisi.
Namun ganasnya virus rabies, membuat nyawa pria malang tersebut tak dapat diselamatkan.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata dr Arya, PS memiliki riwayat digigit anjing liar pada bagian jari telunjuk tangan kanan, sekitar November yang lalu.
Kala itu PS tengah memberi makan ayam peliharaannya.
Tiba-tiba datang seekor anjing liar, bertingkah laku aneh dan langsung menerkam dua ekor ayamnya.
Setelah menerkam ayamnya, anjing tersebut juga langsung menghampiri PS dan langsung menggigit bagian jari tangannya.
Perkaranya, merasa luka gigitan hanya berbentuk goresan kecil, PS pun tidak mencuci luka tersebut dengan sabun dan air mengalir.
Bahkan ia tidak datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin.
Kini, jenazah PS telah dibawa pulang oleh pihak keluarga, untuk dilakukan proses penguburan. Untuk menghindar terjadinya penularan, pihak keluarga yang kontak erat dengan almarhum akan di-tracing dan diberikan vaksin anti rabies (VAR).
"Yang kontak erat akan kami beri VAR," tandasnya.
Tewasnya PS ini menambah jumlah kasus kematian suspek rabies di Buleleng menjadi total 13 kasus, selama 2022 ini. (*).
Kumpulan Artikel Buleleng