Berita Jembrana
Bantuan Stimulan Cair 2023, Lokasi Lahan Relokasi Korban Banjir Bandang Menunggu Kepastian
Bantuan Stimulan Cair 2023, Lokasi Lahan Relokasi Korban Banjir Bandang Menunggu Kepastian
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
NEGARA, TRIBUN BALI - lahan relokasi bagi warga terdampak banjir bandang masih menunggu kepastian Provinsi Bali. Namun, sesuai dengan pengamatan BPBD Jembrana, hanya satu lokasi yakni di Banjar Pangkung Kwa, Desa Penyaringan yang memungkinkan. Sedangkan, lahan terdekat di Bilukpoh Kangin justru merupakan aset pemerintah pusat dan satu lagi kondiisnya miring. Total ada 32 KK warga Jembrana yang tercatat menerima relokasi rumah tersebut.
Selain bantuan rumah, pemerintah juga mencanangkan pemberian bantuan dana stimulan kepada warga terdampak bencana alam Oktober 2022 lalu. Jumlahnya sebanyak 41 KK sebagai penerima stimulan. Hanya saja, realiasasinya tidak bisa ada tahun ini sehingga dianggarkan tahun depan. Karena nilai anggaran yang cukup tinggi, tahun ini anggaran provinsi tak mencukupi.
"Untuk relokasi sudah ada perkembangan informasi. Pihak BPKAD Jembrana sudah diundang ke Provinsi untuk membahas terkait aset tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Selasa 20 Desember 2022.
Untuk tindaklanjutnya, kata dia, pihaknya telah melakukan penjajakan dan pengumpulan berkas penerima. Sebab, mekanisme nanti adalah aset tersebut akan diserahkan dulu ke Jembrana, dan dari Pemkab Jembrana akan menghibahkan kepada masyarakat penerima.
"Nanti kita yang menghibahkan ke masyarakat. Aset provinsi dialihkan ke kita dulu," jelasnya.
Lokasi yang mana diberikan untuk relokasi? Agus menyebutkan hanya satu lokasi saja yang memungkinkan. Sebab, untuk lahan yang terletak paling dekat dari kawasan pemukiman warga terdampak bencana di Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring tidak memungkinkan karena aset pemerintah pusat.
Kemudian untuk lahan lainnya di Penyaringan memiliki kemiringan yang cukup terjal. Sehingga tak memungkinkan untuk ditempati warga apalagi menjadi pemukiman.
"Mungkin itu saja yang di Pangkung Kwa, Desa Penyaringan. Itu yang paling memungkinkan satu," ungkapnya.
Agus Artana tak menampik bahwa jika lokasi relokasi diberikan di Desa Penyaringan, kemungkinan masyarakat akan ada yang menolaknya. Sehingga, pihaknya nanti akan berupaya untuk meyakinkan masyarakat lagi jika kepastian lokasi lahan sudah diberikan Pemerintah Provinsi.
"Yang pasti kita akan sosialisasi ketika sudah diberikan lahan relokasi yang pasti. Jika sekarang kita masih kesulitan, karena masih belum pasti," ungkapnya.
Bagaimana dengan bantuan stimulan? Agus mengakui karena anggaran tersebut cukup besar, sehingga akan diberikan di 2023 mendatang. Namun, saat ini prosesnya sudah selesai. Seluruh administrasi sudah diselesaikan. Sehingga, Januari 2023 mendatang proses permohonannya bisa dilakukan dan tinggal menunggu pencairan.
"Cuman masih ada beberapa warga yang belum punya rekening. Karena krmarin tertimpa musibah banjir, ada yang hanyut dan rusak juga. Tapi administrasi yang lain sudah clear semua," tandasnya.
Sebelumnya, Lurah Tegal Cangkring, Gusti Ngurah Eka Armadi mengatakan, sejak awal pendataan warga yang diusulkan mendapat relokasi rumah sebanyak 26 KK. Secara umum, warga tentunya berharap dipindah ke lokasi terdekat.
"Pastinya memilih lokasi terdekat," sebutnya.
Menurut Eka Armadi, sejauh ini masyarakat akan menolak jika lokasi relokasi begitu jauh. Selain berbenturan dengan adat, juga akan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.