Hari Raya Nyepi

Badung Akan Gelar Lomba Ogoh-ogoh saat Perayaan Nyepi Tahun Saka 1945 pada Bulan Maret 2023

Badung akan gelar lomba Ogoh-ogoh saat perayaan Nyepi Tahun Saka 1945 pada bulan Maret 2023 mendatang.

Ist
Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung Gde Eka Sudarwitha - Badung akan gelar lomba Ogoh-ogoh saat perayaan Nyepi Tahun Saka 1945 pada bulan Maret 2023 mendatang. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) setempat akan menggelar lomba ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi Tahun Saka 1945.

Perlombaan kali ini akan mengacu pada perlombaan yang diselenggarakan pemprov Bali.

"Kriteria perlombaan ogoh-ogoh yang akan digelar pada Maret 2023 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Ogoh-ogoh akan dinilai di tempat," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Gde Eka Sudarwitha Senin 26 Desember 2022

Pihaknya mengaku pemenangnya akan mewakili Badung pada lomba ogoh-ogoh tingkat provinsi Bali.

Pihaknya akan memilih ogoh-ogoh yang terbaik sebelumnya untuk ikut bertarung meraih hadiah di tingkat Provinsi. 

"Yang menjadi nominasi pemenang lomba ditingkat Kabupaten akan menjadi nominator kembali atau terpilih untuk ikut lomba di tingkat Provinsi," ungkapnya.

Terkait stimulus untuk mendukung kreatifitas Sekaa Teruna (ST), mantan Camat Petang ini menyebutkan masih sama dengan tahun sebelumnya.

Seperti diketahui, pada Perayaan Nyepi 1944, Pemkab Badung memberikan stimulus kepada ST dalam berkreasi membuat ogoh-ogoh. 

Tak tanggung-tanggung, dana kreativitas yang diberikan mencapai Rp 40 juta.

Baca juga: Disbud Bali Adakan Lomba Ogoh-Ogoh 2023, Hadiah Puluhan Juta, Dilarang Pakai Plastik dan Styrofoam

Namun setelah dipotong pajak 15 persen, yang masuk ke rekening penerima hanya Rp 34 juta.

Sementara ada total 563 penerima, terdiri dari 535 ST dan 28 Yowana.

"Untuk dana krestifitas kami masih racang sama dengan tahun sebelumnya, mungkin nanti mekanisme penilaiannya yang berbeda, karena tahun lalu kan masih dalam suasana PPKM akibat Covid-19," katanya.

Terkait pawai ogoh-ogoh, Eka Sudarwitha mengaku belum berani memutuskan, mengingat Pandemi Covid-19 belum berakhir. 

"Kami masih menunggu kebijakan pusat, karena waktunya juga masih cukup panjang," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved