Berita Bali
Breaking News! Penumpukan Belasan Ribu Kedatangan WNA di Bandara Ngurah Rai, Ini Kata Imigrasi
Diberitakan oleh media asing, adanya ribuan WNA (turis asing) yang terjebak di counter keimigrasian kedatangan Bandara Ngurah Rai Bali.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Breaking News!
Diberitakan oleh media asing, adanya ribuan WNA (turis asing) yang terjebak di counter keimigrasian kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
Pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai membenarkan adanya penumpukan luar biasa tersebut.
Baca juga: Data Kunjungan Bandara I Gusti Ngurah Rai Periode Nataru 2022, Ada 216.153 Penumpang Datangi Bali
Baca juga: Hotel di Bali Dekat Bandara Ngurah Rai, Rekomendasi 6 Hotel Murah Harga Mulai Rp 40 Ribuan
“Itu kejadiannya memang benar, kalau tidak salah tanggal 24 Desember 2022.
Ada sekira 78 atau 80 penerbangan di hari itu.
Pada saat itu pesawat tidak bisa mendarat sesuai jadwal, karena cuaca ekstrem dan setelah membaik cuacanya pesawat mendarat berdekatan jamnya,” kata Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Ngurah Rai, Putu Suhendra, kepada tribunbali.com, Rabu 28 Desember 2022.
Ia menambahkan, dikarenakan pesawatnya mendarat jeda waktunya tidak lama maka di terminal kedatangan internasional khususnya counter keimigrasian, sehingga terjadi penumpukan seperti yang diberitakan media asing itu.
“Hampir berbarengan mendarat itu penumpang jadinya menumpuk dan total kita ada 16 counter imigrasi, dengan masing-masing counter dua petugas tidak dapat menampung kepadatan kedatangan ribuan penumpang itu.
Dari 16 counter itu sebanyak 3 counter untuk melayani WNI, WNA dengan KITAS/KITAP,” imbuh Putu Suhendra.

Kembali ia menegaskan, bahwa penumpukan penumpang tersebut bukan dikarenakan adanya sistem keimigrasian yang eror tetapi memang karena saat itu cuaca buruk.
Lalu mendaratnya hampir berbarengan, sehingga kedatangan penumpang pada satu pesawat belum selesai di pemeriksaan imigrasi sudah mendarat lagi pesawat selanjutnya.
“Biasanya rata-rata per hari kedatangan wisman itu 10 ribu, tetapi kini melonjak sampai 15 ribu, apalagi saat itu cuaca buruk lalu mendaratnya pesawat hampir berbarengan.
Sehingga tidak dapat dihindari penumpukan itu.
Itu bukan kendala teknis keimigrasian yang membuat seperti itu (penumpukan penumpang),” tegasnya.
Dari data Lalu Lintas Jalur Udara (LLJU) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali periode 1-26 Desember kedatangan internasional tercatat sebanyak 343.142 penumpang dengan rata-rata harian mencapai 13.198 penumpang.
Dan kedatangan penumpang internasional tertinggi terjadi selama tiga hari berturut-turut yakni tanggal 23 Desember sebanyak 15.424 penumpang, 24 Desember sebanyak 15.630 penumpang dan 25 Desember sebanyak 15.327 penumpang.(*)