Pentingnya Melaporkan SPT Pajak Online dengan Aplikasi e-Filing dan e-Billing

Berikut adalah penjelasan tentang pentingnya melaporkan pajak, sanksi bagi pelanggar, hingga cara mudah melaporkan SPT Pajak Tahunan.

Unsplash/Tyler Franta
Ilustrasi membayar pajak secara online melalui e-Filing dan e-Biling. 

TRIBUNBALI.com – SPT adalah singkatan dari surat pemberitahuan tahunan yang wajib yang dilakukan setiap wajib pajak.

Surat tersebut digunakan untuk memberitahukan perhitungan pajak mulai dari objek pajak dan/atau bukan objek pajak hingga kewajiban sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku.

Salah satu pendapatan negara yang utama adalah pajak. Sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang baik, kita pun perlu membantu pendapatan negara dengan rutin membayar pajak.

Untuk itu, melaporkan SPT wajib hukumnya bagi setiap wajib pajak baik pribadi ataupun badan.

Seluruh warga negara Indonesia yang memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) diwajibkan untuk melaporkan surat pemberian tahunan (SPT).

Pelaporan SPT pajak online, khususnya untuk pajak penghasilan (PPh), harus dilakukan baik orang pribadi maupun badan atau perusahaan setiap tahunnya.

Batas pelaporan SPT untuk orang pribadi per 31 Maret dan 30 April untuk badan atau perusahaan.

SPT terdiri dari SPT masa dan SPT tahunan.  SPT masa adalah surat pemberitahuan untuk suatu masa pajak. Sementara itu, SPT yahunan adalah surat pemberitahuan untuk suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak.

Masa pajak adalah jangka waktu yang menjadi dasar untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak yang terutang dalam suatu jangka waktu tertentu.

Kemudian, tahun pajak adalah jangka waktu satu tahun kalender dan bagian tahun pajak adalah bagian dari jangka waktu satu tahun pajak.

Pelaporan SPT penting bagi setiap orang. Bagi wajib pajak, laporan SPT berfungsi sebagai sarana untuk melaporkan pertanggungjawaban atas penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang, yaitu:

1. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu tahun pajak atau bagian tahun pajak.

2. Penghasilan yang merupakan objek pajak, dikenakan PPh bersifat final, dan bukan objek pajak.

3. Harta dan kewajiban.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved