Berita Jembrana

Anjungan di Cekik Gilimanuk Terbengkalai, Panel Listrik Hilang, Bangunan Megah Tak Terawat

Kondisi Anjungan Cerdas Konservasi (ACK) di Hutan Cekik Gilimanuk tak terawat saat ini. Selain kotor, pintu di setiap bangunan itu terbuka begitu saja

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Tampak depan kawasan ACK Gilimanuk yang tak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah, Kamis 29 Desember 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Kondisi Anjungan Cerdas Konservasi (ACK) di Hutan Cekik Gilimanuk tak terawat saat ini. Selain kotor, pintu di setiap bangunan itu terbuka begitu saja.

Mirisnya, sejumlah panel listrik juga hilang diduga dicuri. Pemkab Jembrana juga mengakui bahwa status aset di tempat tersebut masih ngambang. 


Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana, I Komang Wiasa, pembangunan ACK Gilimanuk tersebut sudah salah dari perencanaan atau bussiness plan.

Baca juga: Sejumlah Titik Sirkuit All in One Pengambengan Tergenang Air, Pemkab Jembrana Siagakan Alat Berat

Sebab, pemerintah menggelontorkan anggaran untuk membangun di atas tanah milik pusat. Praktis aset tersebut menjadi tak jelas. 


Sejatinya, kata dia, peruntukan dari bangunan tersebut merupakan tempat peristirahatan pariwisata atau rest area.

Jika dikelola dengan baik akan mampu mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) Jembrana ke depan.

Pengelolaannya tinggal disesuaikan atau menyediakan akomodasi untuk menarik kunjungan wisawatan. 

Baca juga: Jembrana Miliki Sentra Tenun Tradisional, Juga Jadi Pusat Oleh-Oleh dan Satu satunya di Bali


"Tinggal apa yang cocok di sana. Fasilitas seperti toilet di ACK juga sudah lengkap," katanya.


Disinggung mengenai status aset Pemkab Jembrana di lokasi tersebut, Komang Wiasa menyebutkan kerja sama antara Pemkab Jembrana sebagai pembangun gedung dengan pemilik lahan yakni kementerian masih belum jelas.

Perpanjangan kerja sama juga belum bisa dipastikan karena pihak Pemkab Jembrana dianggap tak serius mengelola tempat tersebut.

Baca juga: Dadong Barak Tutup Usia, Menari Kesenian Berko Khas Jembrana Sejak 1935, Sempat Berias Sebelum ke RS


"Jadi aset tanah tetap milik taman nasional dan bangunan diserahkan kepada yang punya tanah. Karena kita bangun di aset tanah yang bukan milik kita ( Pemkab Jembrana)," tandasnya. 


Untuk diketahui, ACK Gilimanuk yang terletak di kawasan konservasi TNBB ini sudah dibangun sejak tahun 2018 lalu.

Bangunannya dibangun dengan dua tahap anggaran yakni 2018 dan 2019. Total anggaran yang digelontor sekitar Rp5 Miliar. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Jembrana

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved