Berita Bali

Stok Darah B dan O Kosong, UDD PMI dan PDDI Terus Berupaya Jemput Bola Siaga Ketersedian Darah

Stok darah B dan O kosong, UDD PMI dan PDDI terus berupaya jemput bola siaga ketersedian darah.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Kartika Viktriani
tribunnews
Ilustrasi kantong darah - Stok darah B dan O kosong, UDD PMI dan PDDI terus berupaya jemput bola siaga ketersedian darah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kekosongan stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Provinsi Bali terjadi menjelang pergantian tahun 2023. 

Hal ini dibenarkan oleh dr. Nyoman Sastrini, S.Ked selaku Kepala Bidang Pelayanan Donor UDD PMI Provinsi Bali

Dihubungi pada Sabtu, 31 Desember 2022, dr. Sastrini mengatakan saat ini ada dua golongan darah  yang kosong, yaitu golongan darah B dan O. 

“Iya betul, saat ini memang dua golongan darah itu kosong. 

Kosongnya itu sejak dua hari yang lalu, jadi waktu hujan-hujan lebat itu udah mulai menurun,” kata dr. Sastrini. 

dr. Sastrini mengatakan penurunan jumlah stok darah ini dipengaruhi oleh menurunnya jumlah pendonor. 

Beberapa kegiatan mobile unit donor darah UDD Provinsi Bali sendiri hanya bisa memenuhi 30-40 persen dari target seharusnya. 

Diperkirakan hal ini terjadi karena cuaca ekstrim yang terjadi sejak beberapa hari lalu sehingga mempengaruhi kondisi pendonor. 

Selain itu, adanya beberapa perayaan selama bulan Desember 2022 hingga 2023 juga menjadi salah satu tantangan para pendonor. 

Bahkan, stok darah emergency yang disimpan oleh UDD PMI Provinsi Bali saat ini hanya menyediakan lima stok darah saja. 

Baca juga: Dukung Lancarnya Internet Masa Libur Nataru 2023, IOH Tingkatkan Kapasitas Jaringan di Bali

Disisi lain, jumlah pemohon darah untuk kebutuhan kesehatan tetap ada walaupun tidak selalu meningkat. 

“Ya jelas ini berpengaruh kepada masyarakat yang membutuhkan darah, jadi pemenuhannya agak terlambat,” tambahnya. 

dr. Sastrini mewakili pihak UDD PMI Provinsi Bali sendiri terus melakukan kegiatan donor darah sebagai upaya pemenuhan. 

Bahkan kegiatan tersebut terus dilakukan dengan bekerja sama dengan kelompok masyarakat hingga jelang malam tahun baru. 

Begitu pula dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesi Provinsi Bali yang juga terus berupaya untuk membantu pemenuhan darah. 

Ketua PDDI Bali, Ketut Pringgantara mengatakan beberapa hari lalu ia sudah dihubungi oleh pihak UDD PMI Provinsi Bali

Merespon hal tersebut, sejak dua hari lalu pula, pemilik nama akrab Pring ini terus bersiaga di RSUP Prof. Ngoerah untuk mengarahkan pendonor. 

Serupa dengan dr. Sastrini, Pring mengatakan beberapa calon pendonor yang dihubunginya terkendala cuaca ekstrim dan peryaaan lainnya. 

Namun, ia terus berusaha untuk membantu ketersediaan stok darah untuk masyarakat yang membutuhkan. 

“Semenjak dihubungi sudah melakukan gerakan karena momennya memang tidak pas. 

Yang pasti kami sudah stand by karena ada beberapa pendonor yang sudah datang,” kata Ketut Pringgantara. 

Pring menambahkan pada 31 Desember 2022 hingga sore hari sudah terpenuhi 14 kantong golongan darah B. 

Beberapa kelompok darah yang dihubungi, baik kelompok agama dan masyarakat setempat telah berupaya akan mengatur jadwal donor darah. 

Mereka akan mulai bisa untuk mendonorkan darahnya bersama PMI setelah tanggal 9 Januari 2023 mendatang. 

Diharapkan masyarakat dapat meluangkan waktunya untuk mengunjungi gerai atau mobile unit UDD PMI guna mendonorkan darahnya. 

Selain itu, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatannya sehingga pelaksanaan donor darah dapat berjalan lancar dan darah dapat segera diberikan bagi masyarakat yang membutuhkan. (yun)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved