Berita Jembrana
Rumah Warga di Loloan Timur Jembrana Tersambar Petir, Magicom Meledak Hingga Listrik Mati
Salah satu rumah warga di Lingkungan/Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Bali, disambar petir saat hujan deras
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Salah satu rumah warga di Lingkungan/Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Bali, disambar petir saat hujan deras yang terjadi Senin 16 Januari 2023 sore.
Beruntungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, sejumlah barang elektronik milik warga itu mengalami kerusakan.
Bahkan magicom sempat meledak.
Baca juga: 3 Sampel Otak Anjing Positif Rabies di Awal Tahun, Jembrana Peringkat 3 Kasus Rabies di Bali 2022
Dari peristiwa itu, kerugian ditaksir sekitar Rp 3 Juta.
Pemilik rumah, Fatmawati (50) menuturkan, saat hujan deras dirinya sedang melakukan aktivitas sehari-hari yakni berjualan di depan rumahnya.
Namun saat sore hari atau saat cuaca hujan deras disertai petir, alat WiFi miliknya tiba-tiba saja meledak.
Ia pun mengaku sangat kaget dan sangat panik. Sebab selain WiFi meledak, listrik juga mati sehingga rumahnya sangat gelap.
Baca juga: Dua Pria Tewas Usai Kecelakaan di Jalur Tengkorak di Jembrana, Korban Sempat Terseret 15 Meter
"Kejadian sekitar pukul 18.00 WITA kemarin. Sangat-sangat panik dan bingung sampai tangan saya gemetar. Kemudian ponakan saya juga menangis mungkin karena takut sehingga langsung saya gendong," tuturnya, Selasa 17 Januari 2023.
Dia melanjutkan, setelah mengetahui bahwa rumahnya disambar petir, ia langsung menghubungi kerabatnya untuk datang ke rumahnya dan mengecek keadaan dan kondisi rumah.
Mengingat kondisi rumahnya saat itu begitu gelap.
Baca juga: Presiden Akui 12 Pelanggaran HAM Berat, Toko Wong Jadi Saksi Bisu, Pembantaian Saat G30S di Jembrana
"Setelah datang abang saya, kemudian mengecek dapur karena mendengar ledakan dari sana. Ternyata, itu Magicom yang meledak. Dapur saya juga sampai berantakan mungkin karena ledakannya sampai mental," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, ada sejumlah alat elektronik yang mengalami kerusakan dampak tersambar petir. Seperti TV hingga blender. Kerugiannya mungkin hingga jutaan rupiah.
"Untungnya tidak sampai ada korban jiwa. Kebetulan saat kejadian tidak ada orang di dapur," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Loloan Timur, Muztahiddin menuturkan, hujan deras disertai petir terjadi sejak Senin sore kemarin.
Saat cuaca ekstrem tersebut, pihaknya menerima sejumlah laporan seperti listrik mati dan lainnya. Dan usai petir besar terjadi, soerang warganya menghubunginya untuk melaporkan bahwa rumahnya tersambar petir.
Ia langsung menuju lokasi rumah warga untuk mengecek kondisinya.
Setelah di lokasi ternyata listrik sudah mati dan sebelumnya didengar ada suara ledakan.
Ia bergegas berkoordinasi dengan pihak terkait yakni PLN. Karena banyak peristiwa gardu dan listrik mati, ia terpaksa harus menunggu hingga petugas datang melakukan penanganan.
Hingga saat ini listrik masih mati.
"Tidak ada korban jiwa, hanya saja beberapa barang elektronik di rumah warga ini mengalami kerusakaan," sebutnya.
Dia menyebutkan, akibat kejadian tersebut memang kondisi dapurnya cukup berantakan. Sebab, magicom sempat meledak dan mental menegenai rak piring berisi kaca.
"Kerugian diperkirakan sekitar Rp 3 Jutaan," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Jembrana
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.