Berita Gianyar

Banyak Kendaraan Rusak, Kadis Damkar Gianyar Sebut Anggaran Kecil

Banyak kendaraan rusak, Kadis Damkar Gianyar sebut anggaran kecil dan juga terkena rasionalisasi akibat covid-19.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Banyak kendaraan rusak, Kadis Damkar Gianyar sebut anggaran kecil dan juga terkena rasionalisasi akibat covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Gianyar, I Made Watha menyampaikan terima kasih atas sidak yang dilakukan Komisi 1 DPRD Gianyar, Bali.

Sebab hal sebagai bentuk perhatian terhadap Damkar Gianyar.

Watha pun tak menampik terkait banyaknya kendaraan yang rusak. 

"Kami menyambut baik dengan adanya sidak dari komisi 1, sehingga lebih tahu kondisi riil OPD," ujar Watha, Rabu 18 Januari 2023.

Diapun mengungkapkan bahwa saat ini Dinas Damkar Gianyar memiliki 14 unit truk pemadam, dua pickup dan 2 unit sepeda motor.

Sedangkan dari 14 truk itu, sebanyak tiga unit tak bisa dipakai. Sebab merupakan produk lama dan bantuan dari Jepang.

Kerusakan itu terjadi pada onderdil yang stoknya sudah tidak tersedia. 

"Yang bisa dioperasikan sebanyak 11 unit, dengan catatan 4 unit siap pakai. Sedangkan lagi 7 unit dalam proses servis, pergantian suku cadang awal 2023 ini. Relatif banyak yang rusak ringan. Karena di masa covid hampir 2 tahun lebih armada kita belum pernah diservice/ pergantian accu/suku cadang lainnya belum maksimal, karena kondisi keuangan daerah saat itu," kata Watha.

Watha mengatakan, anggaran yang diterima OPD-nya cukup kecil, dan juga terkena rasionalisasi akibat covid-19.

Baca juga: Kadis Damkar Gianyar Minta Jangan Segan Minta Bantuan, Damkar Siap Standby Saat Ngaben

"Dinas Satpol PP dapat anggaran kecil dan kena rasionalisasi lagi, lebih-lebih armada di damkar sifatnya khusus. Harus ditangani oleh dealer resminya di Denpasar," ujarnya.

Meskipun serba kekurangan, Watha menegaskan selama ini pelayanan yang diberikan Damkar Gianyar tak pernah kendur.

"Pelayanan pemadaman dan pencegahan kebakaran tetap berjalan lancar sesuai SOP, serta tidak pernah menolak permintaan bantuan masyarakat, dengan moto 'Pantang pulang sebelum padam,"

"Apalagi tugas-tugas tambahan juga banyak kita layani. Baik itu penyemprotan gundukan tanah akibat longsor ataupun saluran got tersumbat yang dimohonkan oleh masyarakat. Di samping itu juga kita menangani penyelamatan, seperti menangkap ular, kadal, tawon, dengan tujuan mewujudkan rasa nyaman dan aman pada masyarakat itu sendiri," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved