Berita Bali

Dinas Pariwisata Bali Keluarkan 15 Ikrar untuk Wisatawan, Wisman Wajib Jaga Pratima

Dinas Pariwisata Bali membuatkan ikrar agar para wisman tersebut mematuhi aturan yang ada di Bali

Dok. Tribun Bali
Ilustrasi pratima - Dinas Pariwisata Bali Keluarkan 15 Ikrar untuk Wisatawan, Wisman Wajib Jaga Pratima 

“Ini demi terwujudnya Bali yang semakin Baik. Selanjutnya kami berencana bertemu pihak Dispar Bali, untuk mendiskusikan penerapannya,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster mengundang seluruh general manager, owner, dan pelaku pariwisata di Bali dalam pertemuan 'Ikrar Bersama Pelaku Usaha Pariwisata Bali' di Art Center, Denpasar, Selasa 31 Mei 2022 tahun lalu.

Seluruh stakeholder pariwisata di Bali turut menghadiri pertemuan ini seperti PHRI, BHA, GIPI, dan beberapa pelaku pariwisata lainnya. Untuk GM Hotel di Bali yang diundang 402 orang.

"Ini merupakan pertemuan pertama yang secara khusus untuk membahas membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan Bali. Agar terwujud kehidupan yang harmonis di Bali, alam manusia dan budaya. Pandemi Covid-19 itu adalah momentum untk kita semua untuk menilai melakukan introspeksi sedalam-dalamnya tentang berbagai hal," ujar Koster, waktu itu.

Koster mengatakan, tentunya banyak masyarakat umum berpendidikan tinggi bahkan masyarakat yang tinggal di desa-desa belum mengerti program Bali Era Baru.

Koster mengatakan program ini memang belum waktunya dibuka karena pemahaman itu harus ditangkap langsung.

Menurutnya, Bali jangan dilihat sama dengan daerah lain. Bali memiliki dimensi niskala yang membuat Bali sakral dan metaksu, yang membuat orang tertarik jatuh cinta untuk berkunjung ke Bali.

Adapun isi dari ikrar pariwisata tersebut yang menyangkut tentang wisatawan yang harus menaati peraturan yang ada di Bali berada di poin nomor 1 yang berbunyi melaksanakan standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali, sebagai pelaksanaan Perda No 5 tahun 2020 dan poin nomor 2 yakni melaksanakan tata kelola pariwisata Bali sebagai pelaksanaan Pergub No 28 tahun 2020. (sar/sup)

Jadi Tantangan Pariwisata

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah dicabut oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu tentunya membawa angin segar untuk pariwisata di Bali.

Namun terdapat beberapa tantangan kedepannya untuk pariwisata di Bali agar segera pulih seperti sebelum pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, salah satu tantangannya adalah harusnya bertambah banyak jumlah direct flight ke Bali.

“Sekarang kan pesawatnya belum sepenuhnya datang ke Bali. Berikut juga memang haru ada beberapa penambahan visa on arrival (VoA) karena sekarang ini kan sudah 86 (negara). Tetapi secara umum memang 86 ini sudah mencakup pangsa pasar Bali,” jelasnya, Rabu 18 Januari 2023.

Dan menurutnya, mengenai harga tiket pesawat yang sudah turun tentunya semakin bagus untuk pariwisata Bali.

Terlebih dalam waktu dua setengah tahun Bali itu stuck dengan wisatawan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved