Hari Raya Imlek

Rayakan Tahun Baru Imlek, Ribuan Umat Khonghucu Berdoa di Vihara Satya Dharma Benoa Bali

Rayakan Tahun Baru Imlek, ribuan umat Khonghucu berdoa di Vihara Satya Dharma Benoa, Bali.

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Suasana persembahyangan Umat Khonghucu di Vihara Satya Dharma saat perayaan tahun baru Imlek, pada 22 Januari 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ribuan Umat Khonghucu padati Vihara Satya Dharma Benoa, Bali pada Minggu 22 Januari 2023.

Kehadiran para Umat Khonghucu yang sebagian besar berasal dari Etnis Tionghoa itu guna merayakan tahun baru Imlek.

Tampak para pengunjung hadir dengan mengenakan pakaian yang didominasi warna merah.

Berdasarkan pantauan Tribun Bali pada Minggu 22 Januari 2023 pukul 09.00 WITA, Vihara Satya Dharma telah ramai didatangi pengunjung yang ingin melakukan persembahyangan.

Awaludin alias Ahai (54) selaku Bendahara Vihara Satya Dharma menuturkan, jumlah kunjungan Umat Khonghucu di Vihara Satya Dharma hari ini diperkirakan mencapai 1.500 orang.

Bahkan, para pengunjung disebut telah mulai mendatangi Vihara Satya Dharma, Benoa, Bali sejak Sabtu 21 Januari 2023.

“Banyak ya. Bisa ribuan. Kurang lebih seribu lima ratus lebih ada. Dari semalam sudah ramai,” ujar Ahai saat ditemui Tribun Bali di Vihara Satya Dharma.

Kendati kasus pandemi Covid-19 di Bali telah melandai, jumlah pengunjung di Vihara Satya Dharma tahun ini disebut tak begitu mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Sebenernya hampir sama, jadi datangnya silih berganti. Jadi seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambah Ahia kepada Tribun Bali.

Baca juga: Tahun Kelinci, Pengharapan Berkah Pasca Pendemi Saat Tahun Baru Imlek 2023 di Klungkung Bali

Lebih lanjut, Ahai kemudian menjelaskan tata cara persembahyangan di Vihara Satya Dharma, Benoa, Bali.

Mulanya, para pengunjung melakukan persembahyangan di sebuah altar yang berada di lobi Vihara Satya Dharma.

Usai melaksakan persambahyangan di altar yang berada di lobi, pengunjung kemudian melakukan persembahyangan di sebuah altar yang berada di bagian tengah.

Altar yang berada di bagian tengah ditujukan untuk memuja Dewa Naca yang merupakan salah satu dewa utama di Vihara Satya Dharma, Benoa, Bali.

“Pertama di depan itu (lobi), kita bersembahyang kepada Kian Kong. Bisa dibilang kita sembahyang kepada Tuhan.”

“Baru kepada Dewa-Dewa. Tengah itu ada tuan rumah, Dewa naca,” jelas Ahia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved