Berita Denpasar

Setelah Molor, Gedung SMPN 15 Denpasar Disebut Akan Rampung Selasa Ini

Setelah Molor, pembangumam gedung SMPN 15 Denpasar disebut akan rampung Selasa ini.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Putu Supartika
Gedung SMPN 15 Denpasar - Setelah Molor, pembangumam gedung SMPN 15 Denpasar disebut akan rampung Selasa ini. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan SMPN 15 Denpasar yang berada di Padangsambian Kaja dipastikan akan selesai pada Selasa 24 Januari 2023.

Dimana pembangunan ini molor dari target yang seharusnya sudah rampung pada 28 Desember 2022 lalu.

Saat ini sisa pekerjaan yang masih hanya pemasangan listrik ke ruangan saja.

Namun karena terbentur adanya hari libur Siwaratri dan Imlek, diperkirakan baru bisa selesai Selasa.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar, A.A.Gede Wiratama mengatakan pihaknya optimis penyelesaian proyek pembangunan gedung SMPN 15 tersebut rampung.

“Tidak lama lagi sudah selesai. Karena hanya memasang listrik saja. Kalau listrik secara umum sudah ada. Tinggal ke ruang-ruangan saja. Selasa ini pasti sudah selesai,” kata Wiratama pada Minggu, 22 Januari 2023.

Wiratama mengatakan, penyebab molornya pengerjaan proyek ini salah satunya karena dampak cuaca ekstrem yang melanda Kota Denpasar.

Akibat keterlambatan ini, pihak rekanan dikenakan penalti kurang lebih Rp 14 juta per mil.

“Sesuai dengan komitmen yang ada, kami meminta pihak rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa. Meski demikian, penalti tetap dilakukan. Rekanan sudah berjanji untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya,” imbuhnya.

Baca juga: Pembangunan SMPN 15 Denpasar Terhambat Kemiringan Lahan, Progres Baru 21,98 Persen

Untuk diketahui, proyek ini digarap kontraktor pelaksana PT Anindyaguna dengan konsultan pengawas adalah PT Catur Artha.

Adapun nilai pekerjaan proyek ini yakni Rp 15.824.817.594,61 yang bersumber dari dana APBD Kota Denpasar.

Ada 3 gedung yang dibangun di SMPN 15 Denpasar.

Dua gedung diperuntukkan untuk ruang kelas, dengan masing-masing gedung ada 15 ruang kelas, sehingga total ada 30 ruang kelas.

Sementara gedung satu lagi untuk ruang rapat, ruang kepala sekolah, ruang guru, OSIS, dan lain-lain. 

Menurut rencana awal, gedung ini seharusnya sudah bisa beroperasi tahun ajaran baru awal 2023, namun karena molor penggunaannya menyesuaikan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved