Berita Bali

Gandeng Seniman Muda Jelang Hari Arak Bali, Putri Koster Utarakan Pengaruhnya

Gandeng seniman muda jelang Hari Arak Bali, Putri Koster utarakan pengaruhnya.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Putu Yunia Andriyani
Ni Luh Putu Putri Suastini Koster yang ditemui seusai Audisi Pergelaran Bondres di Gedung Ksirarnawa, Denpasar menjelaskan terkait perayaan Hari Arak sebagai bentuk peluang kesejahteraan petani dan pedagang arak. 

Bagaimana respon dari IKM dan UMKM dengan adanya Hari Arak?

Mereka sangat senang, tadinya mereka sembunyi-sembunyi, kemudian tidak mendapat kepastian, sekarang mereka menjadi lebih semangat, itu yang saya lihat. 

Dan pada Pameran IKM Bali Bangkit, ibu bahkan mengajak asosiasi minuman-minuman berlabel yang berbahan dasar arak. 

Jadi arak ini tidak harus dikonsumsi secara langsung sehingga terasa araknya tetapi bisa juga menjadi cocktail sehingga ringan untuk masyarakat yang tidak kuat. 

Misalnya kaum perempuan yang mau minum tidak langsung araknya satu sloki, tetapi ada yang bisa dikonsumsi dalam bentuk cocktail. 

Sepertinya alkohol yang dengan kadar nol koma sekian persen dalam darah kita akan memperlancar aliran darah, barangkali dengan kita minum sedikit Arak Barangkali bisa mengurangi kemungkinan untuk stroke, ini barangkali ya karena ibu juga kurang tahu. 

Karena kan stroke itu bersumber dari peredaran darah yang tidak lancar, saraf yang lemah, dengan adanya sedikit alkohol dalam tubuh kita itu akan memperlancar peredaran darah, meningkatkan metabolisme, dan sebagainya. 

Kalau IKM yang mulai mendaftar lagi supaya lebih resmi dan legal arahnya apakah akan bertambah?

Pasti akan bertambah kedepannya, hanya saja kalau ibu tidak di sana ranahnya, itu ranah dari dinas Perdagangan dan Perindustrian yang lebih tahu ya, berapa yang bertambah membuat minuman yang berlebel, berapa yang menjual araknya. 

Apakah aturan dari Gubernur tentang arak ini akan membuat arak aman dibawa ke luar Bali

Tapi kan tetap ada aturannya sendiri, arak kan sudah mulai dilirik oleh orang luar kan, kalau kita (di Bali) sih sudah. Kalau tidak salah itu ada namanya Arakbika itu sudah diminta oleh Amerika, kalau orang yang berkunjung ke luar negeri boleh kok satu botol itu kita bawa untuk oleh-oleh. 

Yang penting adalah sudah izin nya diurus di Bali, dalam artian dia minum minuman yang terdaftar jadi resmi boleh dibawa keluar. 

Tapi kan petani yang membuat arak kemudian dijual di pinggir jalan itu yang tidak boleh karena arak itu masuk dalam daftar investasi negatif, jadi tidak boleh dari petani langsung dijual di pinggir jalan nanti ditangkap polisi. 

Harusnya dari petani arah dibawa ke koperasi arak, nanti koperasi arak yang menjual ke pabrik minuman berlabel berbahan dasar arak. 

Untuk perayaan arak nanti bagaimana bu?

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved