Berita Gianyar
Puncak Karya Brahma Lelare di Jalan Raya Sakah, Sejumlah Warga Asing Ikut Berpartisipasi
Upacara puncak Pura Brahma Lelare (Patung Bayi Sakah) telah berlangsung, Selasa 24 Januari 2023 sekitar pukul 10.00 Wita.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Upacara puncak Pura Brahma Lelare (Patung Bayi Sakah) telah berlangsung, Selasa 24 Januari 2023 sekitar pukul 10.00 Wita.
Krama Banjar Adat Blahtanah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali sebagai penyungsung pura yang berada di Jalan Raya Sakah itupun menghaturkan berbagai persembahan sakral.
Mulai dari tari-tarian, nyanyian dan sarana upakara bebantenan.
Baca juga: Jumat Curhat, Polres Gianyar Diminta Atensi Balap Liar di Sukawati
Pantauan Tribun Bali karena lokasi pura ini berada di tengah jalan nasional, sehingga salah satu jalur lintas pun terpaksa dialihkan.
Namun demikian, kondisi lalu lintas tetap lancar. Baik di kawasan jalur Blahbatuh, Ubud maupun Sukawati. Sebab, lalin telah ditangani oleh aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Gianyar.
Sementara dari segi pamedek, yang tampak bukan hanya warga lokal. Namun sejumlah warga negara asing berpakaian adat bali pun ramai di sana. Mereka datang untuk bersembahyang.
Baca juga: Banyak Kendaraan Rusak, Kadis Damkar Gianyar Sebut Anggaran Kecil
Ketua Panitia I Wayan Rija menjelaskan bahwa upacara ini dipimpin oleh Ida Pedanda Jelantik Lila Arsa Gria Sukawati, Ida Pedanda Griya Babakan Angkling dan Ida Pedanda Istri Kania Abiansemal.
Selama upacara berlangsung, juga dilengkapi oleh tarian sakral. Mulai dari Topeng Sidakarya, Wayang Wali, Baris Gede, Rejang Dewa, dan Tari Gambuh.
Rija pun meminta meminta permakluman pada pengguna jalan. Sebab selama upacara berlangsung, akses lalu lintas di barat patung harus ditutup.
Baca juga: Jalan Depan Patung Bayi Akan Ditutup, Krama Blahtanah Gianyar Gelar Karya Agung Brahma Lelare
Sebab digunakan sebagai areal upacara. Di mana di areal tersebut adalah lokasi seni sakral seperti yang disebutkan tadi.
"Kami sudah koordinasi dengan Polsek Sukawati. Bagi semeton yang akan melintas, harap mencari jalur alternatif lain," ujarnya.
Kelian Dusun Blahtanah, I Wayan Eka Sentana bersama Kelian Adat Blahtanah I Made Suwirtha menjelaskan bahwa upacara ini diempon oleh 344 Kepala keluarga di Banjar Adat Blahtanah.
Namun dari segi pendanaan, pihaknya juga dibantu oleh Pemkab Gianyar dan sejumlah donatur.
"Tujuan upacara ini adalah agar masyarakat tentram, damai, dan selalu diberi keselamatan," ujar Eka.
Baca juga: Kucuran Dana Desa ke Gianyar Kembali Naik, Tahun Ini Rp66 Miliar, Siangan Peroleh Dana Terbanyak
Dia mengungkapkan, selama ini banyak umat yang dari beebagai daerah yang datang bersembahyang. Bahkan tak sedikit dari mereka berasal dari luar Bali, dan ada juga WNA. Mereka datang atas kesadaran sendiri.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.