Berita Bali

Donor Darah Harus Jadi Bagian Pola Hidup Sehat, Ini Pesan Owner Apotek Anugrah Denpasar

Andoyo berharap kegiatan donor darah ini dapat tetap eksis di masyarakat khususnya bagi generasi muda penerus bangsa.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Yunia Andriyani
Pelaksanaan kegiatan donor darah serangkaian Festival Imlek Bersama INTI Bali menjadi upaya untuk menjaga kesehatan dan upaya berbagi bersama - Donor Darah Harus Jadi Bagian Pola Hidup Sehat, Ini Pesan Owner Apotek Anugrah Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagai orang yang pernah mengalami storke dini di usia 27 tahun, Andoyo Tanujaya sangat memperhatikan kesehatannya.

Merasakan antara hidup dan akan meninggal, pemilik apotek Anugrah, Denpasar ini kemudian bertekad untuk merubah pola hidupnya.

Tetap bekerja dengan giat di lapangan, Andoyo mendampingi kegiatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan air putih yang cukup.

Di samping itu, Andoyo juga rutin mendonorkan darahnya untuk membantu mencegah strokenya kambuh dan semakin parah.

Baca juga: Mulai Rutinitas Aksi Sosial, BI Bali Gandeng Instansi Perbankan dan PMI dalam Giat Donor Darah

“Dokter menyarankan untuk mendonorkan darah dan memang saya sangat terbantu. Dalam tubuh saya diproduksi darah baru sehingga tidak mengalami kekentalan dan oksigen bisa mengalir lancar suplai ke otak,” kata Andoyo Tanujaya.

Hingga Januari 2023, Andoyo tercatat sudah melakukan donor darah sebanyak 29 kali dan hal itu telah membantunya menjadi pribadi yang sehat.

Berpengalaman dalam bidang farmasi selama puluhan tahun, Andoyo menjelaskan darah bagaikan aliran listrik dalam tubuh.

Apabila aliran listrik itu terputus, entah itu hanya sesaat, maka akan sangat membahayakan tubuh manusia itu sendiri.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan dengan salah satunya mendonorkan darah menjadi pola hidup yang harus diterapkan.

Sementara itu, Andoyo melihat saat ini eksistensi kegiatan donor darah di masyarakat sudah cukup baik.

Hanya, sosialisasi-sosialisasi tetap perlu dilakukan dengan gencar untuk dapat menperluas wawasan donor darah kepada masyarakat.

“Untuk donor darah sendiri harus dimasyarakatkan lagi agar generasi muda ini makin banyak yang tahu betapa pentingnya donor darah untuk kesehatannya,” kata Andoyo.

Termasuk juga berbagai kegiatan, seyognya pula diharapkan bisa menggandeng kegiatan donor darah sebagai aksi sosialnya.

Kepala Bidang Kesehatan INTI Provinsi Bali ini pun mengupayakan adanya aksi donor darah sebagai rangkaian Festival Imlek Bersama di Bali.

Dari target yang tercapai yaitu 150 kantong, ia memandanginya sebagai sebuah kesadaran dari masyarakat untuk donor darah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved