Bursa Capres
Jubir Demokrat: Perubahan Suatu Keniscayaan, Jangan Saling Potong
Koalisi Perubahan secara tersirat telah rampung memberikan dukungan bagi Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2024.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Koalisi Perubahan secara tersirat telah rampung memberikan dukungan bagi Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2024.
Koalisi Perubahan dibentuk oleh Partai NasDem, Demokrat dan PKS.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan perubahan merupakan sebuah keniscayaan.
Baca juga: Menakar Keyakinan NasDem Mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Surya Paloh Bermanuver?
"Perubahan suatu keniscayaan. Jadi mengapa mesti takut dengan perubahan?" kata Herzaky dalam sebuah diskusi yang ditayangkan di YouTube Mardani Ali Sera, Jumat (3/2/2023).
Herzaky mengajak semua pihak untuk berkontetasi secara sehat dan tak saling potong-potong sebab Indonesia negara demokrasi.
"Silakan berkontetasi, ayo kita kompetisi, jangan kemudian malah ada upaya-upaya saling potong, tidak perlu begitu," ujarnya.
Baca juga: Tegas! PKS Penuhi Undangan Surya Paloh di NasDem Tower untuk Memperkuat Koalisi Perubahan
Menurutnya, Indonesia sedang mengalami surplus calon pemimpin bangsa baik petinggi partai politik (parpol), menteri hingga gubernur.
"Ini kalau nanti berkompetisi kan masyarakat Indonesia enak. Disuguhi Para calon pemimpin yang luar biasa, punya rekam jejak luar biasa," ucap Herzaky.
Dalam diskusi ini, Herzaky juga mengatakan secara de facto atau kenyataannya hanya Koalisi Perubahan yang sudah memiliki calon presiden (capres) untuk diusung di 2024.
Koalisi Perubahan merupakan bentukan dari Partai Demokrat, NasDem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang hingga kini belum mendeklarasikan sebagai sepasang koalisi.
Ketiga parpol ini sudah menyatakan sikapnya mendukung Anies Baswedan sebagai capres di 2024.
"Secara de facto, (hanya) koalisi perubahan ini satu-satunya yang sudah punya capres," ungkapnya.
Herzaky menyebut dirinya mencermati koalisi-koalisi lain belum mempunyai capres yang akan diusung meski sudah berkoalisi.
"Kesepakatan pun belum ada, kesepahaman belum ada siapa capres akan yang diusung meskipun katanya sudah berkoalisi berbulan-bulan," ujar dia.
Ganjar Pranowo Ogah Komentar Rencana Pertemuan Prabowo dan Megawati Soekarnoputri |
![]() |
---|
Klarifikasi di DPP PDIP, Hasto Kristiyanto: Effendi Simbolon Taat Dukung Ganjar Pranowo |
![]() |
---|
Prabowo Ngaku Belajar Politik dari Jokowi, Percaya Diri Menangkan Pilpres 2024 |
![]() |
---|
Adian Napitupulu Prediksi Ganjar dan Prabowo Berhadapan di Pilpres 2024, Demokrat Buka Suara |
![]() |
---|
Penegasan Megawati: PDIP Bisa Usung Capres dan Cawapres, Ada Peluang dengan Parpol Lain |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.