Berita Buleleng

Toko Modern di Buleleng Bali Akan Didesak Serap Produk UMKM Lokal

Pemkab Buleleng akan mendesak toko modern untuk menyerap produk UMKM agar lebih mudah dipasarkan.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Gedung PLUT di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali selesai dibangun Senin 13 Februari 2023. Pemkab akan mendesak toko modern serap produk UMKM lokal untuk mempermudah pemasaran. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemkab Buleleng akan mendesak toko modern untuk menyerap produk UMKM.

Ini dilakukan untuk mempermudah para pelaku UMKM lokal dalam memasarkan produknya.

Bahkan pihaknya juga akan meminta perbankan untuk menyiapkan etalase di masing-masing kantornya, untuk memajang produk UMKM

Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana ditemui usai menghadiri upacara melaspas gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali pada Senin, 13 Februari 2023 mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat bersama Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng untuk membahas terkait rencana ini.

Pemkab menurutnya, arus bertindak tegas berupa akan mengeluarkan izin operasional untuk toko modern apabila telah menyerap produk UMKM lokal.

Mengingat selama ini toko modern hanya mendatangkan produk UKM dari luar daerah, sementara para pelaku UMKM lokal hanya mengandalkan toko tradisional dan penjualan secara online melalui sosial media. 

"Harusnya kita bangga dengan produk buatan sendiri. Saya akan panggil Dinas Perizinan, izin keluar apabila toko modern ini kerjasama dengan UMKM. Jangan enak-enak mereka. Saya juga sudah bicara dengan orang penting perbankan di pusat, agar di bank-bank pajang produk UMKM di kantornya," katanya. 

Lihadnyana pun meminta dalam PLUT yang baru selesai dibangun ini, ada tim kurasi untuk menyeleksi produk-produk UMKM, agar produk yang diserap nantinya oleh toko modern terjamin kualitasnya. 

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Dewa Made Sudiarta mengatakan, pembangunan gedung PLUT yang di lahan seluas 12 are ini menggunakan anggaran sebesar Rp 7,5 Miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. 

Baca juga: 25 Tahun BUMN, Staff Khusus Kementrian Ikuti Jalan Sehat dan Kunjungi UMKM di Rumah BUMN Denpasar

PLUT ini akan digunakan oleh pihaknya untuk memberikan pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan UMKM.

"Ada empat inkubator bisnis, kuliner, kriya dan agribisnis termasuk digital. Ada juga ruang untuk pelatihan, studio foto, perpustakaan dan ruang display produk," katanya. 

PLUT ini ungkap Sudiarta, akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Pihaknya pun akan segera merekrut tenaga pendamping konsultan, kelembagaan pemasaran, keuangan, kerjasama dan digital agar dapat mendampingi para pelaku UMKM menaikan kelas produknya.

Targetnya, gedung tersebut akan mulai beroperasi pada Maret mendatang. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved