Berita Klungkung
Berangsur Pulih, Pedagang di Goa Lawah Kembali Nikmati Rezeki dari Kunjungan Wisatawan
Kunjungan Wistawan ke destinasi wisata Pura Goa Lawah di Desa Pesinggahan berangsur pulih.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kunjungan Wistawan ke destinasi wisata Pura Goa Lawah di Desa Pesinggahan berangsur pulih.
Hal ini disambut penuh asa oleh para pedagang acung, yang menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan
Seperti yang dirasakan Nengah Sudiartini (37). Warga Desa Pesinggahan tersebut sudah sejak kecil berjualan di seputaran Puta Goa Lawah.
Baca juga: Isak Tangis Keluarga Selimuti Kepulangan Jenazah Supini di RSUD Klungkung
Ia menjual berbagai cendera mata ke wisatawan, seperti kipas, kalung, dan lainnya.
Namun Pandemi Covid-19, sempat membuatnya terpuruk. Aktivitas pariwisata di Pura Goa Lawah ditutup. Ia pun harus beralih menjadi pedagang sate ayam.
Namun selama berjualan sate, ia justru jarang memperoleh untung lantaran dagangnya kerap tersisa.
Baca juga: Anak Pj Perbekel Tantang Kelahi Remaja, Pj Perbekel Bentak Komang A Saat Pidato di Klungkung
"Kalau tersisa kan tidak enak dijual keesokan harinya. Jadi harus cari modal lagi. Jarang dapat untung," ungkap Sudiantari.
Pencabutan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) disambut gembira oleh Nengah Sudiartini.
Baca juga: TOSS Center di Dusun Karangdadi Klungkung Bali Perlu Mesin Conveyor Pemilah Sampah Tambahan
Setelah Pura Goa Lawah kembali dikunjungi wisatawan, tanpa pikir panjang ia kembali berjualan cendera mata.
Walau diakuinya saat ini kunjungan wisatawan ke Destinasi Goa Lawah belum seperti sebelum pandemi.
Namun ia bersyukur aktivitas pariwisata kembali berangsur pulih.
Baca juga: Kembali Temui Kasus PMI Ilegal, Disnaker Klungkung Minta Aparat Desa Perketat Pengecekan
Dengan kunjungan wisatawan, ia dan pedagang lainnya bisa kembali mencari rezeki dari aktivitas pariwisata.
"Sekarang yang berjualan tidak sebanyak dulu, hanya saja jumlah wisatawan dan daya belinya agak menurun,” ungkapnya.
Dengan kondisi saat ini, dalam sehari rata-rata Sudiantari mendapatkan jualan sekitar Rp30 ribu sampai Rp100 ribu.
Baca juga: Terapis Asal Klungkung Bali Jadi Korban Gempa di Turki, Begini Komunikasi Terakhir Dengan Keluarga
Ia berharap situasi seperti pandemi tidak pernah kembali terulang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.