Berita Gianyar
Restorasi Pura Dalem Blahbatuh, Bupati Gianyar Serahkan Bantuan Rp 1,5 miliar
Untuk melakukan restorasi pada Pura Dalem Blahbatuh, Bupati Gianyar serahkan bantuan sebesar Rp 1,5 miliar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pura Dalem Desa Adat Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh merupakan salah satu pura tua di Kabupaten Gianyar, Bali.
Pada bagian-bagian pura, terdapat ornamen-ornamen undagi Bali zaman kuno. Karena sudah berusia ratusan tahun, krama setempat pun akan mengalukan restorasi atau memperbaiki tanpa menghilangkan kekhasannya.
Namun dalam restorasinya, biaya yang dibutuhkan cukup besar.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Bupati Mahayastra memberikan pendanaan.
Tak tanggung-tanggung, dana yang dikeluarkan mencapai Rp 1,5 miliar.
Dana tersebutpun telah diberikan pada Kamis 2 Maret 2023 lalu.
"Restorasi pura sangat penting dilakukan untuk tetap menjaga keaslian warisan leluhur. Apalagi Pura Dalem Desa Adat Blahbatuh ini merupakan situs yang berusia ratusan tahun. Sehingga bertepatan dengan upacara di Pura Dalem setempat saya menyerahkan bantuan sebesar Rp 1,5 miliar," ujar Bupati Mahayastra, Minggu 5 Maret 2023.
Mahayastra menekankan, ia sangat mendukung perbaikan pura dengan cara restorasi. Sebab hal itu tidak akan menghilangkan jejak tangan leluhur terdahulu. "Saya kira ini (restorasi) tidak menghilangkan tapak tangan warisan leluhur kita yang mereka bangun dengan keringatnya, dengan gotong royongnya dan dengan keyakinannya," ujar Mahayastra.
Baca juga: Jelang Piala Dunia U20, Ditpamobvit Polri Gelar Asesmen Kedua Untuk Stadion I Wayan Dipta Gianyar
Kepada masyarakat, Mahayastra berpesan. Kata dia, meskipun saat ini Gianyar telah memasuki era modern.
Namun warisan leluhur harus tetap dijaga agar anak cucu kita bisa melihat hasil tapak tangan leluhurnya.
Dengan hal itu akan timbul rasa kebanggaan akan budaya yang dimiliki.
"Kalau pun kita ingin mendirikan sesuatu yang luar biasa di era kita. Mungkin bukan di sini (pura) tempatnya. Masih ada tempat-tempat lain yang bisa kita gunakan untuk mencirikan di era kita juga bisa melakukan hal yang luar bisa," tandas Mahayastra.
Bendesa adat Blahbatuh, I Wayan kantor, mengatakan awal perbaikan pura dengan pola restorasi sudah digagas sejak 2009 silam.
Bedasarkan masukan dari masyarakat dengan berbagai pertimbangan seperti letak bangunan pura rendah dan banyak ukiran yang telah termakan usia.
Karena itu, pihaknya pun melajukan paruman/rapat dengan melibatkan 25 orang arsitek yang merupakan warga Desa Adat Blahbatuh.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.