Berita Tabanan

Meski Tak Ada Kasus, Dinas Pertanian Tabanan Lakukan Antisipasi Flu Burung

Meski Tak Ada Kasus, Dinas Pertanian Tabanan Lakukan Antisipasi Flu Burung

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Disperpa Badung saat melakukan Gerakan Spraying di Pasar hewan beringkit pada Minggu 5 Februari 2023 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Antisipasi penyebaran Avian Influenza (AI) atau penyakit flu burung dilakukan oleh Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Tabanan. Meskipun, hingga saat ini belum ada kasus ditemukan di kabupaten Tabanan.

Langkah antisipasi itu dilakukan untuk menjaga ternak. Bahkan penularan yang bersifat zoonosis atau menular dari unggas ke manusia.

“Pada prinsipnya kami sudah lakukan berbagai macam upaya pencegahan atau antisipasi (meskipun belum ada kasus),” ucap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Tabanan, Gde Eka Parta Ariana, Senin 6 Maret 2023.

Menurut Eka Parta, langkah antisipasi itu dilakukan dengan intensifikasi sosialisasi ke masyarakat.

Sosialisasi dilakuka melalui penyuluh maupun petugas medik veteriner dengan membuat surat edaran.

Dimana imbauan dilakukan dengan penerapan Biosecurity secara berkesinambungan di peternak.

Dengan begitu, maka penyakit tidak bisa masuk, berkembang biak dan menyebar.

Karena itu, pihaknya akan mendistribusikan disinfektan ke para peternak termasuk peternak babi untuk pencegahan African Swine Fever (ASF).

“Kami memiliki setidaknya desinfektan sebanyak 3.000 liter, namun masih ada di provinsi. Nantinya, setelah desinfektan tersebut didroping ke Tabanan, masing-masing desa akan dialokasikan sebanyak 30 liter,” paparnya.

Ia mengaku, bahwa pihaknya memberdayakan atau mendistribusikan ke masing-masing peternak atau sama seperti pada saat pengalaman penanganan Covid-19 lalu.

Namun, penyaluran sebanyak 30 liter per desa ini kemungkinan akan kurang.

Oleh karena itu, pihaknya berharap masing-masing peternak berupaya semaksimal mungkin melakukan pencegahan baik AI maupun ASF.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, terkait dengan kewaspadaan peningkatan kasus flu burung tipe Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI).

“Kami juga antisipasi dugaan penularan kasus AI pada manusia, yakni dengan melakukan epidemiologi terpadu dengan instansi terkait termasuk Balai Besar Veteriner (BBvet) Denpasar,” bebernya.

Eka Parta mengakui, bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat maupun laporan dari petugas pusat kesehatan hewan (puskeswan) tentang temuan kejadian dengan gejala klinis mengarah ke flu burung. Baik pada ternak atau unggas.

Maka dari itu  pembinaan kepada peternak ayam terhadap kewaspadaan flu burung tetap dilakukan. Termasuk menghimbau peternak jika ditemukan tanda klinis yang mengarah kepada flu burung, segera dilaporkan.

“Ketika mengarah ke gejala AI maka segera melapor melalui Petugas URC maupun petugas yang ada di setiap puskeswan. Namun sampai saat ini memang belum ada laporan terkait serangan AI di Tabanan,” pungkasnya. 

Data terakhir jumlah populasi unggas mulai ayam buras, ayam ras petelur dan ayam ras  pedaging di Kabupaten Tabanan mencapai 3.322.496 ekor.

Populasi unggas tersebut menyebar di sejumlah kecamatan. (*).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved