Berita Bangli
Pemuda di Bangli Ditemukan Akhiri Hidup di Pohon Lentoro
Seorang pemuda bernama I Reditia ditemukan akhiri hidup, Senin (13/3/2023). Temuan itu sontak membuat warga di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangl
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Seorang pemuda bernama I Reditia ditemukan akhiri hidup, Senin (13/3/2023). Temuan itu sontak membuat warga di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, geger.
Kapolsek Kintamani Kompol Ruli Agus Susanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa bunuh diri.
Ungkapnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 wita. "Kejadian itu diketahui kakak kandung I Reditia yang bernama I Genep," ujarnya.
Baca juga: Usai Longsor di Gamongan I Bangli Bali, Air Bah Terjang Pipa di Tirta Barong
Sesuai keterangan I Genep, lanjut Kapolsek, kejadian berawal saat dirinya datang ke rumah I Reditia yang berjarak 20 meter dari rumahnya. Namun saat itu, pria 28 tahun itu tidak mendapati adiknya di rumah.
"Adiknya itu memang tinggal sendirian di rumah. Dan sehari sebelumnya yang bersangkutan sempat mengunjungi adiknya sekitar pukul 09.00 wita, dan mendapati adiknya duduk seperti biasa di depan rumah," ucap Kapolsek.
Baca juga: Diskominfosan Bangli Kekurangan Tenaga Programmer, Sejumlah Program Aplikasi Belum Bisa Berjalan
Mendapati hal itu, lanjut Kapolsek, I Genep mencoba menanyakan keberadaan adiknya pada teman-teman akrab I Reditia. Hanya saja hasilnya nihil.
Dibantu salah satu teman akrab adiknya, yang bernama Agus Sanjaya, I Genep kemudian mencari keberadaan pemuda 18 tahun itu di sekitar rumah.
Baca juga: Saat Nyepi 2023, Umat Muslim di Bangli Bali Dalam Radius 200 Meter Boleh Salat Tarawih di Masjid
Saat mencari di sekitar kebun, ia mendapati adiknya sudah dalam keadaan tergantung di pohon lentoro.
"Mendapati hal itu, I Genep kemudian memanggil warga untuk meminta pertolongan dan bersama-sama menurunkan jasad adiknya dari pohon lentoro. Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kintamani untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya.
Lanjut Kapolsek, berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh perawat puskesmas Kintamani V, pada tubuh I Reditia tidak ditemukan bekas kekerasan.
Petugas medis hanya menemukan tanda dan kematian akibat gantung diri. Seperti lidah menjulur, hingga luka jeratan pada leher. (*)
Berita lainnya di Berita Bangli
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.