Berita Buleleng
Nelayan di Buleleng Nyaris Demo, Tidak Dilayani Beli Pertalite Pakai Jeriken
Sejumlah nelayan dari beberapa desa di Kecamatan Buleleng, Bali, nyaris melaksanakan aksi demo Jumat 17 Maret 2023.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sejumlah nelayan dari beberapa desa di Kecamatan Buleleng, Bali, nyaris melaksanakan aksi demo Jumat 17 Maret 2023.
Ini lantaran mereka kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite, sejak tiga hari yang lalu.
Menurut informasi yang diterima wartawan, sejumlah nelayan itu berencana mendatangi salah satu SPBU yang ada di Kecamatan Buleleng pada pukul 14.00 Wita.
Baca juga: Resedivis 5 Kali Asal Buleleng Curi Emas di Klungkung Untuk Foya-foya di Cafe
Aksi demo dilakukan lantaran para nelayan geram, tidak dilayani oleh petugas SPBU saat hendak membeli pertalite menggunakan jeriken.
Padahal pertalite dibutuhkan oleh pihaknya untuk menyalakan mesin perahu.
Namun rencana demo ini didengar oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng I Gede Putra Aryana bersama Camat Buleleng I Made Dwi Adnyana.
Baca juga: Anggaran Pemilukada di Buleleng Butuh Rp66 Miliar
Para nelayan itu pun diminta untuk membatalkan aksi demo, agar tidak mengganggu ketertiban umum. Hingga akhirnya para nelayan dan petugas SPBU tersebut berhasil dimediasi.
Ketua KUB Darma Samudra Desa Tukadmungga, Ketut Erik Susanto mengatakan, aksi demo mulanya hendak dilakukan sebagai bentuk gebrakan, untuk mempertanyakan kepada petugas SPBU mengapa pihaknya tidak dilayani saat hendak membeli pertalite.
Sementara pihaknya sering menemukan petugas SPBU tersebut melayani pembeli yang membawa lima hingga enam jeriken, yang diduga untuk dijual kembali (pengecer) di warung-warung.
Baca juga: Pipa Induk di Desa Alasangker Buleleng Diterjang Air hingga Putus, 323 KK Kesulitan Air Bersih
"Kami bawa jeriken kecil isi lima sampai 10 liter tapi tidak dikasih, tanpa alasan yang jelas. Kami sempat bertanya tapi tidak ada jawaban. Ketidakjelasan ini membuat kami geram, klimaksnya sampai ingin mendatangi SPBU tersebut," jelasnya.
Dari mediasi yang dilakukan oleh Kepala DKPP Buleleng ditambahkan Erik, akhirnya ditemukan titik terang.
Untuk mendapatkan pertalite, para nelayan diminta untuk membawa surat rekomendasi dari kelompok nelayannya masing-masing.
Baca juga: Srikandi Buleleng Siap Perebutkan Kursi DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani : Saya Tarung Sekuat Tenaga
Surat rekomendasi itu pun akan segera dibuat, sehingga mulai Sabtu (18/3) para nelayan dipastikan dapat membeli pertalite di SPBU tersebut. Namun dengan syarat hanya sebanyak 30 liter per hari per nelayan.
"Kami ini nelayan, beli pertalite bukan untuk jual-beli. Murni untuk kegiatan melaut. Kami nelayan dari Desa Pemaron hingga Desa Kaliasem bertumpu pada SPBU itu. Sebelumnya kami membeli BBM di SPBU itu aman-aman saja."
"Tidak pakai surat apa-apa. Makanya kami tidak tahu ada regulasi seperti ini, petugasnya juga tidak memberikan penjelasan," keluhnya.
Baca juga: Marak Perkelahian Antar Pemuda di Buleleng Bali, Siswa Ditawarkan Gabung Olahraga Tinju
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.