Berita Bangli
2000 Bangkai Ayam Diduga Sengaja Dibuang di Jalur Wisata Jeep Gunung Batur
2000 Bangkai Ayam Diduga Sengaja Dibuang di Jalur Wisata Jeep Gunung Batur
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pelaku pariwisata Jeep di Gunung Batur dibuat resah sekaligus jengkel.
Pasalnya ribuan bangkai ayam diduga sengaja dibuang di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur, Senin (20/3/2023).
Temuan bangkai ayam tersebut berlokasi di Banjar Toya Bungkah, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, tepatnya di jalur Pura Jati menuju Pura Prapen.
Jalur tersebut merupakan jalur wisata mobil Jeep sekaligus kawasan TWA Gunung Batur Bukit Payang.
Bangkai ayam ini pertama kali diketahui oleh masyarakat yang sedang membawa tamu tour jeep Senin pagi sekitar pukul 08.00 Wita.
Kondisi ini tentunya membuat masyarakat sekitar sangat resah, sebab sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan wisatawan yang melintas di TKP karena berbau busuk.
Atas kondisi ini, Komunitas Jeep Bali Vulcano melaporkan kejadian tersebut pada Kepala KPHK Kintamani dan Polsek Kintamani untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan bangkai ayam di kawasan TWA Gunung Batur Bukit Payang. Pihaknya telah turun ke TKP untuk melakukan pengecekan.
Hasilnya, diperkirakan jumlah bangkai ayam yang diduga sengaja dibuang di tempat itu berjumlah 2000 ekor.
Baca juga: Temuan Polda Bali Soal 117 Bal Baju Impor Bekas, Kanwil DJBC Bali Nusra Awasi ‘Jalur Tikus’ di Bali
"Pembuangan bangkai ayam potong oleh orang tidak dikenal di kawasan Pariwisata TWA Gunung Batur Bukit Payang, sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan ditakutkan akan mencemari lingkungan, serta dikhawatirkan menjadi bibit penyakit," ucapnya.
Tindaklanjut dari temuan ini, masyarakat sekitar dan Komunitas Jeep Bali Vulcano akan melakukan tindakan awal dengan menuangkan BBM jenis Solar, untuk selanjutnya dibakar guna mencegah terjadinya dampak gangguan kesehatan maupun bau busuk yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
"Selain itu unit Reskrim Polsek Kintamani akan melaksanakan penyelidikan terkait kasus tersebut, guna mengungkap pelaku yang membuang bangkai ayam di TKP," tegasnya.
Selain polisi, pihak Balai KSDA Bali juga sudah turun ke lokasi untuk menindaklanjuti informasi masyarakat soal temuan bangkai ayam di kawasan KSDA. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Kintamani, Balai KSDA Bali, Made Budiadnyana Putra mengaku kejadian ini baru pertama kali terjadi.
Namun ia memastikan hal tersebut bukan perbuatan masyarakat yang tinggal dibawah kaki gunung.
"Saya pastikan ini perbuatan oknum masyarakat diluar seputaran kaldera Gunung Batur. Ini karena setahu saya, masyarakat di sekitar kaldera tidak ada yang memelihara ayam," sebutnya.
Budiadnyana menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Kintamani untuk mengungkap pelaku, yang diduga sengaja membuang bangkai ayam tersebut.
Sedangkan terkait dengan bangkai ayamnya, rencananya akan dibakar.
"Upaya ini yang paling memungkinkan, agar tidak menimbulkan bau menyengat akibat bangkai ayam. Namun tentunya pembakaran tetap berada dibawah pengawasan kami," jelasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.