Berita Bali
Pariwisata Bali Dijual Murah, ASITA dan Guru Besar Unud Minta Bule Nakal Ditindak
HIPMI Bali mendukung pencabutan Visa on Arrival (VoA) bagi warga Rusia dan Ukraina.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Menurutnya, wisman dari ASITA tentu menginap di hotel berbintang dan di desa wisata yang memang bertaraf internasional.
Ia pun berharap ke depannya pemerintah bersama stakeholder terkait selalu bersama-sama menyampaikan hal yang positif, baik di media mainstream dan di negara-negara yang men-supply wisman ke Bali.
Guru Besar Pariwisata Universitas Udayana (Unud), Prof Dr Drs I Putu Anom BSc MPar yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali mengatakan, ketika membangun bisnis terlebih setelah mengalami masalah (pandemi Covid-19) yang membuat pariwisata drop tentunya membutuhkan waktu untuk perlahan naik.
“Dan tidak mungkin menaikkan harga secepat itu karena dalam rangka pemulihan kan. Jadi bukan murah dalam rangka kita meraih pangsa pasar yang baru. Apalagi diperkirakan akan ada resesi. Yang penting dari segi bisnis ada yang belanja dulu. Kalau ada yang melanggar, jelas harus ditindak,” jelasnya.
Dia mengaku merasa kasihan dengan pebisnis di Bali, seperti sewa sepeda motor.
Menurutnya, dalam hal ini yang terpenting untuk menyewa sepeda motor, WNA harus memiliki izin dan seterusnya.
Dan WNA harus memiliki SIM internasional, dan yang penting yang melanggar ditindak.
Ia pun membeberkan mengapa pariwisata Bali saat ini dinilai terkesan dijual murah.
“Yang murah itu karena kita terlalu banyak memiliki produk yang sejenis. Kita kan satu pulau, kemudian penginapan misalnya, hotel berbintang ada hingga homestay ada. Sehingga kalau yang bawa uang sedikit, ya sewa yang murah ada kok. Di Kuta aja ada yang Rp 300 ribu sekarang,” imbuhnya.
Juga ada kasus WNA seperti yang berasal dari Australia mengontrak tempat tinggal bulanan.
Dan dalam hal ini pemerintah harus mengecek apakah WNA tersebut membayar pajak atau tidak.
Selain WNA dari Australia juga banyak WNA lainnya yang mengontrak rumah dan harusnya pajaknya dipertanyakan ke pemerintah.
Menurutnya, terkait pajak ini penting.
Selain itu juga pada produk-produk pariwisata banyak yang sejenis, seperti kuliner dan desa wisata yang agak seragam semuanya.
Sehingga bersaing menjual produk.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.