Berita Bali
Pariwisata Bali Dijual Murah, ASITA dan Guru Besar Unud Minta Bule Nakal Ditindak
HIPMI Bali mendukung pencabutan Visa on Arrival (VoA) bagi warga Rusia dan Ukraina.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Pangsa pasar Bali jika bicara terkait wisatawan harus berkualitas.
Terlebih di Bali untuk hotel berbagai macam jenis ada, seperti restoran juga.
Wisman yang datang dengan high class juga diambil dan yang datang bergrup juga diambil.
Jadi, Bali tidak bisa menargetkan turis akan mengambil paket wisata yang mahal.
“Sebenarnya bagi kita sudah bagus. Yang penting kita taat aturan, terutama bagi pemerintah saat ini. Banyak sekali penginapan-penginapan yang dimiliki oleh orang asing atau orang kita seperti vila tidak berizin. Itu harus ditertibkan,” tandasnya.
Juga banyak tamu yang menginap di rumah-rumah penduduk.
Hal ini lah yang harus dibuatkan peraturan oleh pemerintah.
Untuk harga akomodasi tempat menginap para wisman beragam, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu dan ini lokasinya di rumah penduduk. Untuk per bulan biasanya Rp 700 ribu.
Wisman yang datang ke Bali tentunya memiliki visa yang jelas seperti mulai dari kapan berlakunya.
Namun data dari visa tersebut belum tersambung dengan bagus di sistem oleh Imigrasi di bandara.
“Harus ada sebenarnya si A tanggal sekian sudah berakhir masa tinggalnya, di mana dia menginap. Ini belum ada connect antara tempat dia menginap. Ini yang perlu. Sehingga ada sampai bulanan kelewat overstay baru ada deportasi. Banyak masalah seperti ini. Kalau di negara tempat lain kan harganya mahal. Dia pergi ke sini memang sih murah. Kalau di Bali karena jangkauannya segitu dan persaingan ketat,” katanya.
Dia mengatakan, tidak sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Bali yang mengajukan pencabutan visa on arrival (VOA) pada WNA Rusia dan Ukraina.
Menurutnya, hal tersebut tidak benar karena itu terkait dengan negara.
Sedangkan yang berbuat onar dan melanggar ini sifatnya individu. (sar)
HIPMI Dukung Pencabutan VoA
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.