Berita Bali
Tingkatkan Keimanan Warga Binaan Melalui Pesantren Ramadan di Lapas Kerobokan
Tingkatkan keimanan warga binaan melalui Pesantren Ramadan di Lapas Kerobokan.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Menyambut telah tibanya bulan Ramadan, Lapas Kelas II A Kerobokan menggelar Pembukaan Pesantren Ramadan di Masjid At-Taubah Lapas Kerobokan, pada Selasa 28 Maret 2023 kemarin.
Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Gun Gun Gunawan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Ketua MUI Provinsi Bali dan Pembina Yayasan Insan Pilihan.
Pembukaan Pesantren Ramadan diikuti oleh pejabat Struktural, JFU dan JFT Lapas Kerobokan serta warga binaan pemasyarakatan yang beragama Islam.
Dalam kegiatan pesantren ramadan ini menggandeng pihak ketiga yakni Yayasan Insan Pilihan dalam membina dan meningkatkan kualitas ibadah warga binaan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran dilanjutkan sambutan dari Ketua Yayasan Insan Pilihan, Kalapas Kelas IIA Kerobokan, Perwakilan Kanwil Kemenag Bali, Ketua MUI Bali serta sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan sekaligus membuka Pesantren Ramadan.
Kepala Divisi Pemasyarakatan, Gun Gun Gunawan dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Pesantren Ramadan ini dilaksanakan dalam rangka implementasi dari UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan salah satunya dalam pembinaan kerohanian warga binaan.
“Kegiatan Pesantren Ramadan ini dilaksanakan dalam rangka implementasi dari UU Pemasyarakatan yang baru yakni UU No. 22 Tahun 2022 tentang. Dalam UU tersebut diamanatkan pembinaan para narapidana selama menjalani masa pidana di lapas, salah satunya pembinaan kerohanian,” kata Gun Gun.
Baca juga: Stock Beras Aman Saat Ramadan dan Idul Fitri, 5.000 Ton Akan Disebarluaskan
Gun Gun juga berpesan kepada seluruh warga binaan agar tidak berkecil hati selama menjalani ibadah puasa di lapas.
“Berada di Lapas tidak selalu dalam konotasi negatif, banyak juga orang besar yang terlahir dari Lapas. Sisi positifnya teman-teman sekalian bisa lebih khusyuk menjalani ibadah selama bulan Ramadan disini,” ucapnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.