Berita Denpasar
BNPT Berdayakan Eks Napiter Membangun Usaha Warung NKRI
(BNPT) berdayakan penyintas atau korban terorisme dan eks napiter (narapidana terorisme) membangun usaha bernama Warung NKRI
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Agar memiliki wadah untuk kemandirian ekonomi, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berdayakan penyintas atau korban terorisme dan eks napiter (narapidana terorisme) membangun usaha bernama Warung NKRI yang bekerja sama dengan usaha waralaba, Gogo Fried Chiken.
Usaha waralaba di Bali ini berlokasi di Jalan Raya Kampus Universitas Udayana, Jimbaran Badung.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPT Boy Rafli Amar ikut meresmikan Warung NKRI sekaligus menyelenggarakan Dialog Kebangsaan, pada Rabu 29 Maret 2023 lalu.
“Penyintas dan eks napiter diberikan wadah supaya memiliki kemandirian secara ekonomi. Warung NKRI ada 25 di berbagai daerah di Indonesia. Ada yang bergabung antara penyintas dan eks napiter, ada juga yang hanya eks napiter saja maupun hanya penyintas,” kata, Boy Rafli ketika diwawancara dilokasi.
Lebih lanjutnya ia mengatakan sebagai contoh di Jawa Timur ia juga mengundang eks narapidana dan penyintas bergabung menjadi satu wadah usaha.
Dimana disana mereka berjualan makanan khas daerah tersebut juga berjualan kerajinan dan sebagainya ada kemandirian ekonomi di antara mereka jadi sejahtera itu dimanfaatkan.
Boy Rafli pun berharap Warung NKRI ada di seluruh kabupaten di Bali, bahkan bisa masuk di Kampus.
Lebih lanjut Boy Rafli menerangkan generasi muda harus terus menjaga semangat nasionalisme, kebersamaan, keberagaman dan toleransi.
Serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini mengingat kondisi arus globalisasi dan arus distrupsi informasi di media sosial.
Baca juga: Pasca Insiden Kebakaran MT Kristin, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman
"Perlu waspada jangan sampai identitas jati diri masyarakat dan generasi muda berpengaruh dari narasi bukan narasi masyarakat tapi narasi sengaja mergubah alam pikiran negeri termasuk intoleransi radikal terorisme. Yang agak ringan banyak sekali bisa mengaburkan nilai Keindonesian," tambahnya.
Sementara Pihak Gogo Friedchiken yang bekerja sama dengan BNPT, Roni Suharto mengatakan, rencannya akan dibuka di Lombok juga kalau yang di Bali yang ke 25.
Saat ini pihak Gogo belum merekrut eks napiter karena sebelum dipekerjakan mereka akan dilatih terlebih dahulu.
"Tidak langsung dipekerjakan kalau sudah bagus baru. Sudah lama kami bekerja samanya," tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.