Info Populer
Jadi Penyebab Kematian Nomor Satu Dunia, Ini Tips Menjaga Kesehatan Jantung Manusia
Jadi penyebab kematian Nnmor satu di dunia, berikut ini tips menjaga kesehatan jantung manusia.
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jantung adalah salah satu organ yang paling penting dalam tubuh manusia.
Jantung memiliki fungsi untuk memberikan suplai oksigen dan makanan ke seluruh organ-organ tubuh manusia.
Apabila terdapat gangguan pada jantung, hal ini tentu akan berdampak pula pada organ-organ yang lain, seperti paru-paru dan ginjal.
Oleh karena itu, adanya penyakit jantung juga dibarengi dengan penyakit lain dari organ tubuh lain.
dr. Ni Wayan Lena Agustini, M.Biomed, Sp.JP mengatakan angka kejadian penyakit jantung di cukup tinggi, tidak hanya di Bali, Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.
Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak dari penyakit tidak menular.
“Kalau kita lihat data dari WHO, data kematian akibat penyakit jantung itu mencapai 73 persen.
Sementara data dari Riskesdas tahun 2013, prevalensi atau angka kejadiannya mencapai 0,5%,” kata dr. Ni Wayan Lena Agustini, M.Biomed, Sp.JP.
Di Bali sendiri, jumlah masyarakat yang mengidap penyakit jantung tergolong cukup banyak apabila dilihat dari kunjungan poli jantung.
Baca juga: WASPADA! Kenali Gejala Serangan Jantung pada Wanita: Termasuk Nyeri Perut, Mual hingga Pusing
Dan memang, kondisi masyarakat yang mengalami gangguan jantung semakin tinggi, baik itu penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan lain sebagainya.
Dari keseluruhan penyakit jantung, penyakit jantung koroner menempati posisi pertama penyakit yang paling sering dan paling banyak menyebabkan kematian penduduk di seluruh dunia.
Namun, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah / Cardiovascular menuturkan hal ini bisa diatasi karena penyakit jantung koroner ini bisa dicegah.
Dokter Lena melihat masyarakat Indonesia termasuk Bali memiliki kesadaran yang harus ditingkatkan terkait dengan penyakit jantung.
Kerap kali dirinya menemui pasien yang terkadang tidak rutin dalam mengonsumsi obat jantung, padahal hal itu sangatlah penting.
Oleh karena itu, perlu lebih banyak edukasi tentang penyakit jantung dimulai dari kondisi mereka berisiko yang perlu ia berikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Serial-podcast-bersama-dr-Ni-Wayan-Lena-Agustini-MBiomed-SpJP.jpg)