Berita Buleleng
Buntut Adanya Dugaan Percobaan Penculikan, Perbekel Banyuatis Kumpulkan Seluruh Kepala Sekolah
Namun sesampainya di Dusun Tabog, Desa Kayuputih, ketiganya dihampiri oleh seorang remaja pria yang mengenakan celana berwarna abu-abu dan baju hitam.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Adanya kasus dugaan percobaan penculikan, yang dialami oleh siswa SDN 4 Banyuatis, membuat Perbekel Desa Banyuatis, Gede Muliarta, langsung mengumpulkan seluruh kepala sekolah yang ada di wilayah Desa Banyuatis untuk waspada.
Dikonfirmasi Rabu (19/4/2023) malam, Gede Muliarta menyebut, ia telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan ketua komite dari seluruh sekolah yang ada di Desa Banyuatis, untuk waspada dan selalu menjaga anak didiknya masing-masing.
"Pesan ini juga agar disampaikan ke wali murid. Memang banyak siswa yang pulang jalan kaki, seperti siswa yang menjadi korban dugaan percobaan penculikan ini, karena orangtuanya sedang meburuh jadi mereka pulang jalan kaki. Namun kami imbau agar selalu waspada dan hati-hati," jelasnya.
Baca juga: Tiga Siswa SD Mengaku Jadi Korban Percobaan Penculikan di Desa Banyuatis Buleleng
Baca juga: Pencurian Air Bersih, PDAM Badung Akan Minta Tanggung Jawab & Ganti Rugi Sebelum Masuk Ranah Hukum
Baca juga: Guseng Curi Alat Pengeras Suara di Pura Dalem Desa Pemaron Buleleng Untuk Foya-foya
Terkait kronologi kejadian, Gede Muliarta menuturkan tiga siswa SDN 4 Banyuatis mulanya pulang sekolah dengan berjalan kaki pada Senin (17/4/2023) siang.
Ketiga siswa itu tinggal di Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Namun sesampainya di Dusun Tabog, Desa Kayuputih, ketiganya dihampiri oleh seorang remaja pria yang mengenakan celana berwarna abu-abu dan baju hitam.
Remaja tersebut kata Muliarta, menawarkan diri untuk mengantarkan pulang terhadap salah satu siswa tersebut.
Namun tawaran itu ditolak oleh siswa tersebut, dengan alasan rumahnya sudah dekat.
"Tangan siswa itu sempat ditarik. Dua temannya yang melihat kejadian ini mengambil batu dan melempar terduga pelaku.
Siswa yang tangannya ditarik juga sempat menggigit tangan pelaku.
Hingga akhirnya orang itu (terduga pelaku,red) pergi naik mobil warna hitam.
Di dalam mobil itu juga ada tiga orang remaja yang menunggu," terangnya.
Muliarta berharap polisi dapat segera mengungkap kasus ini, apakah peristiwa tersebut benar percobaan penculikan atau tidak.
Mengingat kejadian ini telah meresahkan masyarakat.
"Saya sudah meminta tiga siswa ini untuk bercerita sejujurnya, pengakuan mereka ya seperti itu.
Namun kami harap polisi juga bisa mengungkap kebenaran dari kejadian ini.
Saya imbau juga kepada masyarakat untuk selalu waspada," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-penculikan-anak-3.jpg)