Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Buntut Adanya Dugaan Percobaan Penculikan, Perbekel Banyuatis Kumpulkan Seluruh Kepala Sekolah

Namun sesampainya di Dusun Tabog, Desa Kayuputih, ketiganya dihampiri oleh seorang remaja pria yang mengenakan celana berwarna abu-abu dan baju hitam.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
SHUTTERSTOCK VIA KOMPAS.COM
Ilustrasi penculikan anak - Adanya kasus dugaan percobaan penculikan, yang dialami oleh siswa SDN 4 Banyuatis, membuat Perbekel Desa Banyuatis, Gede Muliarta, langsung mengumpulkan seluruh kepala sekolah yang ada di wilayah Desa Banyuatis untuk waspada. Dikonfirmasi Rabu (19/4/2023) malam, Gede Muliarta menyebut, ia telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan ketua komite dari seluruh sekolah yang ada di Desa Banyuatis, untuk waspada dan selalu menjaga anak didiknya masing-masing. "Pesan ini juga agar disampaikan ke wali murid. Memang banyak siswa yang pulang jalan kaki, seperti siswa yang menjadi korban dugaan percobaan penculikan ini, karena orangtuanya sedang meburuh jadi mereka pulang jalan kaki. Namun kami imbau agar selalu waspada dan hati-hati," jelasnya. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Adanya kasus dugaan percobaan penculikan, yang dialami oleh siswa SDN 4 Banyuatis, membuat Perbekel Desa Banyuatis, Gede Muliarta, langsung mengumpulkan seluruh kepala sekolah yang ada di wilayah Desa Banyuatis untuk waspada.

Dikonfirmasi Rabu (19/4/2023) malam, Gede Muliarta menyebut, ia telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan ketua komite dari seluruh sekolah yang ada di Desa Banyuatis, untuk waspada dan selalu menjaga anak didiknya masing-masing.

"Pesan ini juga agar disampaikan ke wali murid. Memang banyak siswa yang pulang jalan kaki, seperti siswa yang menjadi korban dugaan percobaan penculikan ini, karena orangtuanya sedang meburuh jadi mereka pulang jalan kaki. Namun kami imbau agar selalu waspada dan hati-hati," jelasnya.

Baca juga: Tiga Siswa SD Mengaku Jadi Korban Percobaan Penculikan di Desa Banyuatis Buleleng

Baca juga: Pencurian Air Bersih, PDAM Badung Akan Minta Tanggung Jawab & Ganti Rugi Sebelum Masuk Ranah Hukum

Baca juga: Guseng Curi Alat Pengeras Suara di Pura Dalem Desa Pemaron Buleleng Untuk Foya-foya

'Mohon berhati-hati dan awasi anak-anak dengan baik, kemarin hampir terjadi penculikan sekitar jam 12.30 Wita, sepulang sekolah di jalan Banyuatis tabog terhadap Kadek Dika Saputra SD 4 Banyuatis.

Pelaku 4 orang memakai mobil Avanza hitam. Kami imbau kepada semua masyarakat, untuk selalu waspada dan berkordinasi dengan aparat terkait. suksme' tulis Gede Muliarta di laman Facebooknya, yang diposting pada Selasa kemarin. Postingan itu ramai direspon oleh warganet, hingga dibagikan sebanyak 445 kali.
'Mohon berhati-hati dan awasi anak-anak dengan baik, kemarin hampir terjadi penculikan sekitar jam 12.30 Wita, sepulang sekolah di jalan Banyuatis tabog terhadap Kadek Dika Saputra SD 4 Banyuatis. Pelaku 4 orang memakai mobil Avanza hitam. Kami imbau kepada semua masyarakat, untuk selalu waspada dan berkordinasi dengan aparat terkait. suksme' tulis Gede Muliarta di laman Facebooknya, yang diposting pada Selasa kemarin. Postingan itu ramai direspon oleh warganet, hingga dibagikan sebanyak 445 kali. (Istimewa)

Terkait kronologi kejadian, Gede Muliarta menuturkan tiga siswa SDN 4 Banyuatis mulanya pulang sekolah dengan berjalan kaki pada Senin (17/4/2023) siang.

Ketiga siswa itu tinggal di Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Namun sesampainya di Dusun Tabog, Desa Kayuputih, ketiganya dihampiri oleh seorang remaja pria yang mengenakan celana berwarna abu-abu dan baju hitam.

Remaja tersebut kata Muliarta, menawarkan diri untuk mengantarkan pulang terhadap salah satu siswa tersebut.

Namun tawaran itu ditolak oleh siswa tersebut, dengan alasan rumahnya sudah dekat.

"Tangan siswa itu sempat ditarik. Dua temannya yang melihat kejadian ini mengambil batu dan melempar terduga pelaku.

Siswa yang tangannya ditarik juga sempat menggigit tangan pelaku.

Hingga akhirnya orang itu (terduga pelaku,red) pergi naik mobil warna hitam.

Di dalam mobil itu juga ada tiga orang remaja yang menunggu," terangnya.

Muliarta berharap polisi dapat segera mengungkap kasus ini, apakah peristiwa tersebut benar percobaan penculikan atau tidak.

Mengingat kejadian ini telah meresahkan masyarakat.

"Saya sudah meminta tiga siswa ini untuk bercerita sejujurnya, pengakuan mereka ya seperti itu.

Namun kami harap polisi juga bisa mengungkap kebenaran dari kejadian ini.

Saya imbau juga kepada masyarakat untuk selalu waspada," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved