Lebaran 2023

Ojek Dadakan Marak di Titik Kemacetan dekat Pelabuhan Gilimanuk Bali, Ini Tarifnya

Kemacetan ini menjadi berkah bagi penyedia jasa ojek bagi penumpang yang memerlukan tumpangan sampai di loket scan tiket Pelabuhan Gilimanuk.

Penulis: Sunarko | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Istimewa
Kemacetan parah dekat Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali terjadi sejak Selasa tengah malam pada 18 April 2023, bahkan masih terjadi hingga siang ini, Rabu 19 April 2023. Kemacetan ini menjadi berkah bagi penyedia jasa ojek bagi penumpang yang memerlukan tumpangan sampai di loket scan tiket Pelabuhan Gilimanuk. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA – Kemacetan parah dekat Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali terjadi sejak Selasa tengah malam pada 18 April 2023, bahkan masih terjadi hingga siang ini, Rabu 19 April 2023.

Kemacetan ini menjadi berkah bagi penyedia jasa ojek bagi penumpang yang memerlukan tumpangan sampai di loket scan tiket Pelabuhan Gilimanuk.

Kehadiran ojek dadakan ini juga diakui sangat membantu penumpang yang terjebak macet, apalagi mereka yang sudah pesan tiket kereta api dengan jam tertentu.

Seperti pengakuan Harjiyo (45), pemudik dari Denpasar yang hendak menuju Jember (Jawa Timur).

Ia menumpang mobil Mitsubishi Expander bersama rombongan keluarganya dan keluarga temannya.

“Kami mulai menemui kemacetan pada pukul 03.30 Wita, Rabu 19 April 2023. Kemacetan terjadi sejak di kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tepatnya di sekitar pertigaan antara ke arah Gilimanuk, Singaraja dan Denpasar. Padahal, titik awal kemacetan itu hanya berjarak sekitar 3 Km dari pintu masuk ke penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk,” ungkapnya.

Harjiyo mengatakan, di lokasi sekitar Cekik dekat TNBB itu, mobil yang ditumpanginya sudah tidak bisa bergerak.

Ratusan mobil lainnya juga mengalami kondisi yang sama.

Baca juga: Puncak Arus Mudik Dimulai Dinihari, Pelabuhan Gilimanuk Padat, Antrean Hingga Hutan Cekik Jembrana

Akhirnya, setelah menunggu 2 jam dan kemacetan belum juga terurai, Harjiyo beserta istri dan anaknya turun dari mobil.

Mereka masing-masing naik ojek roda dua dan melepaskan diri dari rombongan bermobil.

"Saya sebetulnya numpang mobil teman, dan akan didrop di Stasiun Banyuwangi untuk lanjut naik kereta api (KA) ke Jember. Saya sudah pegang tiket. Supaya tidak tertinggal jadwal keberangkatan KA, terpaksa kami pisah dari rombongan bermobil. Di sekitar lokasi kemacetan cukup banyak orang yang tawarkan jasa ojek," tutur Harjiyo kepada Tribun Bali.

Dari titik kemacetan menuju ke loket scan tiket Pelabuhan Gilimanuk, satu ojek menarik ongkos Rp 20 ribu.

"Banyak ojek dadakan di sana. Dan ini sangat membantu," kata Harjiyo yang saat dihubungi Tribun Bali sudah berada di dalam KA menuju Jember.

Sementara itu Yanda (32), warga Denpasar yang hendak mudik ke Lamongan, mengaku sudah sekitar 6 jam ia dan keluarganya terjebak macet di sekitar hutan di kawasan Cekik.

Baca juga: Puncak Arus Mudik Diprediksi Malam Ini, Pemudik Diminta Beli Tiket Secara Mandiri

"Saat ini posisi saya sudah di dalam antrean pemeriksaan surat kendaraan. Sudah dekat dengan loket masuk Pelabuhan Gilimanuk sebetulnya. Tapi ini masih antre juga, pergerakannya sangat lambat. Belum nanti antre lagi di loket masuk. Gak tahu ini akan berapa jam lagi kami terjebak kemacetan," kata Yanda, warga Jalan Soka, Denpasar Timur, Denpasar, saat dihubungi Tribun Bali pada Rabu 19 April 2023.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved