Berita Gianyar

Wisatawan Domestik Ramaikan Objek Wisata Tirta Empul

Selama libur panjang serangkaian Hari Raya Idul Fitri, Objek Wisata Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali ramai dikunjungi wisatawan domestik.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Suasana pancuran suci Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali, Senin 24 April 2023 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Selama libur panjang serangkaian Hari Raya Idul Fitri, Objek Wisata Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali ramai dikunjungi wisatawan domestik.

Sebagian besar mereka datang bersama rombongan.

Selain domestik, wisatawan mancanegara juga relatif banyak.

Kondisi tersebut pun membuat suasana objek wisata yang terletak di Desa Adat Manukayalet ini cukup hidup.

Pantauan Tribun Bali, Senin 24 April 2023, wisawatan domestik yang datang, lebih banyak hanya untuk berfoto-foto.

Mereka menyukai spot foto di ornamen-ornamen Bali, seperti candi bentar dan relief pura.

Terlebih lagi, spot foto di kawasan Pura Tirta Empul ini memiliki latar belakang istana kepresidenan.

Yanto, seorang wisatawan asal Jakarta mengatakan, ia sudah sering ke Bali. Dan, Pura Tirta Empul menjadi salah satu objek yang wajib ia kunjungi.

Sebab tempat ini menawarkan ketenangan.

Sebab kawasannya ditata secara baik, banyak pepohonan sehingga membuat kawasan ini sejuk.

"Seneng aja ke sini. Karena objeknya sejuk, rame wisatawan juga. Kalau ke Bali, pasti menyempatkan ke sini," ujarnya.

Setiap wisatawan di objek ini, ketika akan pulang menuju parkiran. Wajib melewati  jalur pasar seni.

Hal ini pula yang menyebabkan para pedagang di Pasar Seni Tirta Empul bersemangat untuk buka.

"Sudah sejak tahun lalu ramai," ujar seorang pedagang sambil menawarkan dagangannya ke wisatawan

Terkait harga yang ditawarkan para pedagang, tergolong murah.

Dimana untuk tiga baju wanita, dijajakan tiga Rp 100 ribu.

Bahkan souvenir yang ditawarkan, harganya tidak begitu tinggi.

"Rp 20 ribu satu, silahkan," ujar seorang pedagang sembari menenteng sovenir kas Bali.

Bukan hanya pedagang, tukang foto keliling juga ketiban rejeki. Seperti halnya Denok (33), seorang warga lokal.

Di areal Pura Tirta Empul, ia menjual jasa foto yang hasilnya bisa langsung dicetak di tempat.

Selama liburan ini, rata-rata 10 foto terjual per hari, dengan nilai beragam.

Yakni Rp 30 ribu untuk WNA dan Rp 25 ribu untuk wisatawan domestik per foto.

"Sejak liburan, lumayan banyak yang beli foto. Tapi saya tidak setiap hari di sini. Karena harus gantian dengan teman lain. Karena fotografer di sini ada komunitas, yang anggotanya dari warga Desa Manukayalet. Saya dapat giliran tiga hari sekali," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved