Berita Denpasar

Pelinggih Ratu Niang Sakti Denpasar, Didatangi Pamedek dari Papua hingga Swiss

Banyak pamedek yang datang ke sini untuk memohon keturunan hingga pekerjaan dan berhasil.

Tribun Bali/Putu Supartika
Pelinggih Ratu Niang Sakti di Jalan Kumbakarna Denpasar, Bali, Selasa 16 Mei 2023. 

TRIBUN-BALI,COM, DENPASAR - Tuah dari Pelinggih Ratu Niang Sakti di Jalan Kumbakarna Denpasar sudah tak diragukan lagi.

 

Banyak pamedek yang datang ke sini untuk memohon keturunan hingga pekerjaan dan berhasil.

 

Bahkan tak hanya dari Bali, namun pamedek datang dari luar Bali bahkan hingga luar negeri.

Baca juga: Monumen Ki Barak Panji Sakti Dipasupati Dengan Wangsuhan Benda Pusaka

Hal tersebut dituturkan oleh Pemangku Pelinggih Ratu Niang Sakti, Anak Agung Ngurah Gede Agung alias Turah Belanda pada Selasa, 16 Mei 2023.

 

Turah Belanda mengatakan jika Pelinggih ini sudah berdiri sejak 18 Oktober 1998 dan belakangan semakin banyak yang datang untuk tangkil.

 

Apalagi setelah banyak yang membuat ulasan tentang pura ini di media sosial termasuk YouTube.

Baca juga: Bangli Terima Pataka Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai

“Banyak dari luar Bali yang ke sini, dari Medan, Jakarta, Surabaya, Madura, Lampung, Sulawesi, Papua. Dan ada juga dari luar negeri, kemarin dari Swiss,” tutur Turah Belanda.

 

Pamedek yang datang membawa berbagai permohonan seperti lama tak hamil dan datang ke pelinggih ini memohon kehamilan.

 

Setelah memohon di pelinggih ini, ternyata berhasil hamil dan memiliki keturunan.

Baca juga: Pelinggih Ratu Niang Sakti di Denpasar, Terbuka Untuk Seluruh Umat Nunas Kesehatan Hingga Rezeki

Selain itu, mereka yang ingin lulus PNS hingga polisi juga datang ke sini.

 

“Ada ke sini satu regu 25 orang mau cari polisi. Setelah berhasil menjadi polisi, mereka datang lagi untuk mengucapkan terima kasih,” kata lelaki yang sudah ngayah sejak 25 tahun lalu.

 

Tak hanya soal pekerjaan dan keturunan, banyak juga yang sudah mendapat kesembuhan setelah memohon di sini.

Baca juga: 5 Weton Ini Disukai Makhluk Halus, Minggu Pon Disukai oleh Khodam Sakti

Turah Belanda mengatakan, ada orang dari Ambon yang sakit dan harus dioperasi.

 

Karena tak punya biaya, orang tersebut datang memohon ke Pelinggih Ratu Niang.

 

“Setelah memohon di sini, orang itu langsung sembuh dan tidak perlu operasi lagi,” katanya.

 

Ada juga seorang anak dokter ahli saraf yang mengalami masalah pada saraf mulutnya.

 

Berobat ke dokter tak bisa sembuh, namun hanya dengan bunga mitir di Pelinggih Ratu Niang bisa langsung sembuh.

 

“Tidak masuk akal memang, tapi itu memang seperti itu kejadiannya,” katanya.

 

Ada juga pasangan yang nyaris cerai, namun tak jadi cerai setelah memohon di pelinggih ini.

 

Selain Pelinggih Ratu Niang, di sini juga ada Pelinggih Dewi Kwam In, Pelinggih Kanjeng Ratu Kidul, dan Pelinggih Ratu Gede.

 

Untuk prosesi melukat di pelinggih ini, pamedek hanya membawa pejati dan canang sari serta bungkak kelapa.

 

Sedangkan untuk piodalan digelar setiap setahun sekali tepatnya saat Purnama Sadha. (*)

 

 

 

Artikel lainnya di Ratu Niang Sakti

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved