Berita Buleleng
Monumen Ki Barak Panji Sakti Dipasupati Dengan Wangsuhan Benda Pusaka
Monumen Ki Barak Panji Sakti di jalur shortcut titik 5-6 telah dipasupati dengan Wangsuhan Benda Pusaka.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pembangunan rest area atau anjung pandang berisi patung Ida Panji Landung sedang membopong Raja Buleleng Ki Barak Panji Sakti, di jalur shortcut titik 5-6 telah rampung dikerjakan.
Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya upacara melaspas serta penandatanganan prasasti oleh Gubernur Bali Wayan Koster, pada Senin 20 Februari 2023.
Rest area tersebut dibangun oleh kontraktor PT Sinar Bali Bina Karya sejak awal 2021 lalu, dengan anggaran sebesar Rp 4,5 Miliar yang bersumber dari APBN.
Sementara khusus untuk patung Ida Panji Landung sedang membopong Ki Barak Panji Sakti merupakan hasil karya seorang seniman asal Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar bernama Komang Agus Parinata.
Kepada Tribun Bali, Parinata menyebut patung setinggi 6,6 meter itu dibuat bersama tujuh orang timnya, dalam kurun waktu lima bulan.
Patung dibuat dari bahan polyester resin.
Dalam proses pembuatan patung, Parinata mengaku bagian tersulit ialah membuat bagian wajah Ki Barak Panji Sakti.
Pihaknya harus membaca dan menganalisa karakter dari keturunan sang raja terlebih dahulu, agar bentuk wajah patung tersebut berkarakter mendekati dengan para keturunannya.
"Kami memang sudah diberikan refrensi gambar dari Puri Buleleng. Kami tinggal garap, memvisualkan dan mendetailkan lagi. Untuk bagian patung Ki Barak Panji Sakti saya perhalus lagi, karena ini tokoh Bulelenh jadi saya sesuai dengan hasil analisa dari karakter keturunannya," jelasnya.
Baca juga: Bangun Anjung Pandang di Jalur Shortcut, Kontraktor Gali Filosofi Sejarah Ki Barak Panji Sakti
Selain itu, pria yang mulai menitih karir menjadi pematung saat masih duduk di bangku SMA ini juga menyebut ia juga sempat terkendala saat proses pemasangan patung pada pedestal.
Proses pemasangan yang harusnya ditarget rampung dalam waktu dua minggu, menjadi molor hingga satu bulan akibat cuaca buruk.
"Cuacanya buruk hujan dan angin kencang. Kami sampai harus menginap di rest area ini selama satu bulan, tidak berani tidur di hotel karena harus menjaga agar patung ini tidak rusak sampai dipasang," jelasnya.
Sementara Manggala Utama Pasemetonan Puri Buleleng, Anak Agung Wiranata Kusuma menyebut, pihaknya berterimakasih kepada pemerintah telah menginisiasi pembagunan monument Ki Barak Panji Sakti pada rest area di jalur shortcut titik 5-6.
Ia berharap dengan adanya patung tersebut, masyarakat Buleleng lebih memahami sejarah tentang Buleleng.
Dimana karir Ki Barak Panji Sakti menjadi Raja Buleleng diawali dari wilayah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.