Maestro Karawitan Berpulang

PROFIL Wayan Suweca, Maestro Karawitan Bali: Penggagas Lomba Gender Wayang, Punya Banyak Penghargaan

Berikut ini adalah profil I Wayan Suweca, maestro asal Bali yang meninggal dunia.

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Istimewa
Maestro Karawitan Bali I Wayan Suweca semasa hidup 

Karir

Selain sebagai seniman, ia juga seorang pendidik dan sempat menjadi dosen di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar.

Pria yang selama hidupnya tinggal di Jalan Noja Saraswati No 9 Kesiman Petilan Denpasar itu juga mengajar orang asing di luar negeri khusus memainkan gamelan, seperti gender wayang.

“Beliau hampir tujuh tahun mengajar di Amerika Serikat. Giat mengajar mahasiswa di sana memainkan gamelan, baik itu kepada penabuh laki-laki atau pun perempuan, karena disana laki dan perempuan sama saja,” ujar Harti ini.

Dilansir dari Wikipedia, pada awal 1980-an, bersama dengan murid-muridnya Michael Tenzer dan Rachel Ann Cooper.

Ia mendirikan dan memimpin ansambel gamelan Sekar Jaya yang terkenal di Berkeley, California.

Kemudian di tahun 1993, ia mendirikan ansambel Giri Kedaton di Montreal.

Dari tahun 1982 hingga 2004, ia adalah profesor di Akademi Seni Nasional Indonesia (STSI) di Bali. Dari 1987 hingga 1993.

Selain itu, I Wayan Suweca juga menjadi guru tamu di Université de Montréal di Kanada dan di Rochester, AS.

Saat di Amerika, ia heran, laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memainkan gamelan secara baik.

Pengalaman unik tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk mencoba membentuk sekaa gong yang pemainnya merupakan para wanita Bali.

Suweca kemudian mengawali membentuk sekaa gong wanita di Kota Denpasar tepatnya, di Jalan Hayam Wuruk No. 4 Banjar Kayumas, Denpasar.

Nama I Wayan Suweca pun sudah tak asing lagi dalam dunia seni karawitan Bali dan memiliki spesialisasi kendang.

Baca juga: Kolaborasi Fotografer Prancis Stephane Sensey dan Maestro Tari Didik Nini Thowok Tampil di Kempinski

Seniman asal Banjar Kayumas Denpasar ini merupakan penggagas lomba gender wayang yang kini menjadi materi dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB).

Selain itu, ide membentuk penabuh wanita juga lahir dari buah pikirnya yang terinspirasi setelah ia ikut mendirikan Sekaa Gong Sekar Jaya di California Amerika.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved