Maestro Karawitan Berpulang
PROFIL Wayan Suweca, Maestro Karawitan Bali: Penggagas Lomba Gender Wayang, Punya Banyak Penghargaan
Berikut ini adalah profil I Wayan Suweca, maestro asal Bali yang meninggal dunia.
Disamping itu, Suweca juga mengawali lomba mekendang tunggal yang kini menjadi tren bagi kalangan seniman muda.
Beberapa penghargaan pun sudah pernah diraihnya, seperti Kerti Budaya dari Walikota Denpasar pada tahun 2014, penghargaan Pengabdi Seni pada pelaksanaan PKB ke-39 tahun 2017 dan menerima piagam Dharma Kusuma dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali tahun 2019.
Penghargaan seni ini diberikan khusus kepada orang yang berhasil melestarikan kesenian Bali, melakukan pembinaan dan mengembangkan dengan berbagai kreativitas mencipta seni baru.
Pada tahun 2021 lalu, ia juga menjadi salah satu penerima penghargaan Adi Sewaka Nugraha dari Pemprov Bali.
Penghargaan
I Wayan Suweca menerima banyak penghargaan dan komisi dari beberapa yayasan, galeri, dan organisasi seni.
Pada tahun 1992, ia ditugaskan oleh Diffusion Système Minuit du Québec untuk membuat " kreasi baru kontemporer" (komposisi musik kontemporer untuk Gamelan) berjudul "Cyclus Kahidupan" (Siklus Kehidupan).
Karya ini dibuat di Galerie Articule dan secara bersamaan disiarkan di radio CKUT di Montreal, Quebec, Kanada.
Baca juga: 30 Karya Maestro Nyoman Gunarsa Dipamerkan di Sanur, Pameran Pertama di Bali Setelah Berpulang
Dia mengarahkan konser khusus Gamelan de l'Université de Montréal untuk peringatan Pameran Internasional Paris pada tahun 1989, yang disiarkan di Radio-Kanada dan Radio-Prancis. I
Ia juga seorang komposer terkenal, pemain kendang, dan pemain gamelan gender wayang yang terkenal.
Dia muncul di lebih dari tiga puluh CD untuk label seperti Bali Records dan Nonesuch.
Sejak 2006, ia telah mengerjakan proyek wayang kulit baru dan secara intensif meneliti nyanyian tradisional Bali (kekawin).
(*)
(Tribun-Bali.com/Putu Supartika)
BREAKING NEWS - Maestro Karawitan Bali I Wayan Suweca Berpulang, Bawa Gamelan Keliling Dunia |
![]() |
---|
Kolaborasi Fotografer Prancis Stephane Sensey dan Maestro Tari Didik Nini Thowok Tampil di Kempinski |
![]() |
---|
30 Karya Maestro Nyoman Gunarsa Dipamerkan di Sanur, Pameran Pertama di Bali Setelah Berpulang |
![]() |
---|
Penghormatan untuk Almarhum Maestro Tari Berko, Sertifikat Menteri Iringi Pengabenan Dadong Barak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.