3 Gempa 24 Mei 2023, Guncangan di Buleleng Terasa Hingga Denpasar Bali, Ini Kata BMKG

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa di Buleleng ini dipicu oleh aktivitas patahan aktif mekanisme geser di daratan.

Kompas.com
Ilustrasi gempa. Pagi ini, Indonesia diguncang tiga gempa pada Rabu 24 Mei 2023. Gempa yang dirasakan pertama terjadi di Buleleng Bali, kedua di Ambon, lalu yang ketiga di Kepulauan Sangihe. 

TRIBUN-BALI.COM – Pagi ini, Indonesia diguncang tiga gempa pada Rabu 24 Mei 2023.

Gempa yang dirasakan pertama terjadi di Buleleng Bali, kedua di Ambon, lalu yang ketiga di Kepulauan Sangihe.

Gempa yang mengguncang Buleleng, Bali terjadi pada pukul 00.41 WIB dengan kekuatan 4,4 SR.

Gempa tersebut berada di kedalaman 10 km dengan pusat gempa berada di darat, 20 km tenggaran Buleleng.

Gempa ini terasa hingga di Denpasar dengan Skala MMI II, Karangasem III-IV, Buleleng IV, dan Bangli III.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa di Buleleng ini dipicu oleh aktivitas patahan aktif mekanisme geser di daratan.

"Bukan dipicu oleh sumber gempa sesar naik Back Arc Thrusting." kata Daryono, dikutip dari akun Twitter-nya, @DaryonoBMKG.

Sementara itu, dari pantauan Tribun Bali di lokasi gempa, sebagian besar warga yang mulanya tengah tertidur pulas, panik dan berlarian ke luar rumah. Seperti yang dilakukan oleh Riska Dewi (27) warga asal Desa/Kecamatan Sukasada, Buleleng. 

Riska yang saat itu tengah tertidur di kamar, tiba-tiba merasakan guncangan gempa berdurasi kurang lebih empat detik.

Ia dibantu suaminya pun bergegas mengangkat kedua anaknya, dan membawanya lari ke luar rumah.

"Lagi tidur nyenyak, tiba-tiba kaget ada gempa. Anak-anak langsung saya angkat lari ke luar rumah, takut tertimpa bangunan," katanya. 

Khawatir terjadi gempa susulan, Riska bersama keluarganya pun memilih untuk duduk selama setengah jam di teras rumah.

Setelah dirasa cukup aman, ia pun kembali mengajak kedua anaknya untuk masuk ke kamar dan kembali melanjutkan tidur.

"Mau tidur lagi, tapi kamar tidak berani dikunci, takut ada gempa susulan," terangnya. 

Sementara hingga berita ini ditulis, belum ada laporan dari BPBD Buleleng terkait kerusakan rumah warga akibat guncangan gempa tersebut.

Setelah gempa di Buleleng, gempa juga terjadi di Ambon pada pukul 06.36 WIB.

Gempa ini berkekuatan 3,1 SR dengan kedalaman 10 km.

Pusat gempa berada di darat di 29 km barat Ambon dengan skala MMI II.

Kemudian gempa ketiga terjadi di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Gempa di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ini berkekuatan 5,1 SR.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 07.44 WIB dengan kedalaman 10 km.

Pusat gempa di Kepulauan Sangihe ini berada di 272 km barat laut Tahuna.

Baca juga: BMKG Akan Pasang Sensor Tsunami di Buleleng, Sejarah Gempa 6,2 SR Tahun 1976 Renggut 559 Nyawa

Skala MMI

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gempa Hari Ini: Gempa Mengguncang Buleleng, Ambon, dan Kepulauan Sangihe, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved