Maestro Karawitan Berpulang

Maestro Karawitan Bali I Wayan Suweca Dikremasi di Setra Badung Denpasar, Sosok yang Sederhana

Maestro Karawitan Bali I Wayan Suweca Dikremasi di Setra Badung Denpasar, Sosok yang Sederhana

Tribun Bali/Putu Supartika
Pengabenan maestro Karawitan Bali I Wayan Suweca di Setra Badung, Bali, Minggu 28 Mei 2023. 


Selain sebagai seniman, ia juga seorang pendidik dan sempat menjadi dosen di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar.


Pria yang selama hidupnya tinggal di Jalan Noja Saraswati No 9 Kesiman Petilan Denpasar itu juga mengajar orang asing di luar negeri khusus memainkan gamelan, seperti gender wayang.


“Beliau hampir sepuluh tahun mengajar di Amerika Serikat. Giat mengajar mahasiswa di sana memainkan gamelan, baik itu kepada penabuh laki-laki atau pun perempuan, karena disana laki dan perempuan sama saja,” katanya.


Saat di Amerika, ia heran, laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memainkan gamelan secara baik.


Pengalaman unik tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk mencoba membentuk sekaa gong yang pemainnya merupakan para wanita Bali.


Suweca kemudian mengawali membentuk sekaa gong wanita di Kota Denpasar tepatnya, di Jalan Hayam Wuruk No. 4 Banjar Kayumas, Denpasar.


Nama I Wayan Suweca pun sudah tak asing lagi dalam dunia seni karawitan Bali dan memiliki spesialisasi kendang.


Seniman asal Banjar Kayumas Denpasar ini merupakan penggagas lomba gender wayang yang kini menjadi materi dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB).


Selain itu, ide membentuk penabuh wanita juga lahir dari buah pikirnya yang terinspirasi setelah ia ikut mendirikan Sekaa Gong Sekar Jaya di California Amerika.


Di samping itu, Suweca juga mengawali lomba mekendang tunggal yang kini menjadi tren bagi kalangan seniman muda.


Beberapa penghargaan pun sudah pernah diraihnya, seperti Kerti Budaya dari Walikota Denpasar pada tahun 2014, penghargaan Pengabdi Seni pada pelaksanaan PKB ke-39 tahun 2017 dan menerima piagam Dharma Kusuma dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali tahun 2019.


Penghargaan seni ini diberikan khusus kepada orang yang berhasil melestarikan kesenian Bali, melakukan pembinaan dan mengembangkan dengan berbagai kreativitas mencipta seni baru.


Pada tahun 2021 lalu, ia juga menjadi salah satu penerima penghargaan Adi Sewaka Nugraha dari Pemprov Bali. (*)

 

 

Berita lainnya di Maestro Berpulang

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved