SBY Dikritik PDIP, Benny K Harman Pasang Badan, Sistem Coblos Parpol Itu Cara Merampok Suara Rakyat

SBY Dikritik PDIP, Benny K Harman Pasang Badan, Sistem Coblos Parpol Itu Cara Merampok Suara Rakyat

Tribun Bali / I Dewa Made Satya Parama
Benny K Harman 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kritikan PDIP pada Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) direspon Waketum Demokrat, Benny K Harman.

Kritikan PDIP itu terkait pernyataan SBY yang mengatakan perubahan sistem Pemilu di tengah tahapan sedang berjalan akan menimbulkan chaos.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut seorang pemimpin seharusnya tidak menakut-nakuti rakyat dan bisa bersikap secara negarawan.

Baca juga: Prabowo dan SBY Bertemu, PKS Sebut Bisa ke Koalisi Perubahan atau Sebaliknya di Pilpres 2024

Dia meminta agar pemimpin sebaiknya bisa bersikap seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, dan Wapres ke-13 RI Maruf Amin untuk mendorong pemilu berjalan lancar.

"Tidak perlu seorang pemimpin menakut-nakuti rakyat selama para pemimpin punya sikap kenegarawanan yang kuat dan Presiden Jokowi, KH Maruf Amin, Ibu Megawati Soekarnoputri semuanya mendorong dengan sikap kenegarawanan untuk menghasilkan Pemilu yang seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, dan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).

Merespon itu, Benny K Harman mengatakan sistem Pemilu proposional tertutup atau coblos partai justru akan merampok suara rakyat.

Baca juga: Airlangga Hartarto Bertemu SBY, Sepakati Pemenang Pemilu Tak Ambil Semuanya, Pintu Koalisi Terbuka?

"Malah sistem tertutup itu meneror, itu yang menakut-nakuti rakyat, itu yang merampok suara rakyat," ujarnya.

Selain itu, dia menegaskan sistem Pemilu proposional tertutup juga merampok kedaulatan rakyat.

"Kalau rakyat daulatnya dirampok lalu mereka mempertahankan daulatnya masa enggak boleh. Ya kan? Bukan menakut-nakuti. Yang menakut-nakuti justru sistem tertutup itu. Maksa-maksa rakyat," tegas Benny.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi pernyataan SBY soal perubahan sistem Pemilu di tengah tahapan sedang berjalan akan menimbulkan chaos.

Hasto menyebut seorang pemimpin seharusnya tidak menakut-nakuti rakyat dan bisa bersikap secara negarawan.

Dia meminta agar pemimpin sebaiknya bisa bersikap seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden kalima RI Megawati Soekarnoputri, dan Wapres ke-13 RI Maruf Amin untuk mendorong pemilu berjalan lancar.

"Tidak perlu seorang pemimpin menakut-nakuti rakyat selama para pemimpin punya sikap kenegarawanan yang kuat dan Presiden Jokowi, KH Maruf Amin, Ibu Megawati Soekarnoputri semuanya mendorong dengan sikap kenegarawanan untuk menghasilkan Pemilu yang seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, dan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).

Hasto menuturkan chaos atau kekacauan politik biasanya terjadi ketika ada kecurigaan berlebihan sebelum Pemilu berlangsung serta adanya penyalahgunaan kekuasaan.

"Chaos politik itu ketika dalam era kontestasi Pemilu yang sangat ketat ada yang menyalahgunakan kekuasaan, ada yang curiga berlebihan terjadi kecurangan sebelum Pemilu dilaksanakan, padahal kami menjadi bagian dari piar demokrasi dari rakyat untuk rakyat," ujar Hasto.

"Kami tidak diajarkan untuk menang dengan segala cara mendapatkan kenaikan 300 persen, kami menang dengan cara-cara konstitusional," sambung dia. 

 

 

Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Balas PDIP, Benny K Harman: Pemilu Coblos Partai Merampok Suara Rakyat

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved