Berita Tabanan
Hewan Qurban Aman, Stok Ribuan Sapi dan Kambing, Padahal Kebutuhan Hanya Ratusan di Tabanan
Di mana jumlah sapi untuk qurban hanya sekitar 110 ekor, sedangkan jumlah populasi mencapai 3.729 ekor.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Dinas Pertanian Tabanan, menyatakan bahwa kebutuhan hewan qurban di Tabanan aman.
Dari jumlah populasi dengan permintaan berlebih.
Di mana jumlah sapi untuk qurban hanya sekitar 110 ekor, sedangkan jumlah populasi mencapai 3.729 ekor.
Begitu juga dengan kambing, di mana kebutuhan hanya 207 ekor sedangkan populasi kambing mencapai 4.296 ekor.
Hal di atas disampaikan Kepala Bidang Ternak dan Kesehatan Hewan I Gde Eka Parta Ariana, Rabu 14 Juni 2023.
Baca juga: Pelaku Incar Sesari Pura dan Motor Parkir, Dalam 14 Hari 2 Kali Pencurian di Desa Bongan
Baca juga: Tabanan Sosialisasi Aturan untuk WNA, Bangli Justru Bangun Fasilitas Hiking Saat Dilarang Mendaki

Eka Parta menyatakan, bahwa antara kebutuhan dan jumlah populasi berlebih.
Sehingga tidak ada kekurangan untuk stok dua jenis hewan qurban Idul Adha itu di kabupaten Tabanan.
Kondisi ini, sudah berlangsung dari tahun ke tahun di Tabanan.
“Stok kita di Tabanan aman untuk sapi dan kambing. Begitu juga dengan harga tidak naik signifikan,” ucapnya.
Kisaran harga sendiri, sambungnya, untuk sapi dengan bobot 350 Kg berkisar di angka Rp 46 hingga Rp 56 ribu.
Itu harga di tingkat peternak. Sedangkan untuk kambing kisaran Rp 2 juta sampai 5 juta per ekor.
Dan untuk memastikan kesehatan hewan qurban, pihaknya juga menerjunkan tim pemeriksaan AMPM (Ante Mortem dan Pos Mortem).
Dalam tim ini ada 22 dokter hewan yang melakukan pemeriksaan hewan qurban.
“Nanti akan kami sebar mulai H-3 di 10 Kecamatan. Pemeriksaan kami lakukan sebelum proses hewan disembelih kemudian, seusai dismebelih,” jelasnya.

Pemeriksaan ini, lanjut Eka Parta, dilakukan untuk memastikan kelayakan kesehatan hewan, supaya hewan kurban terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sehingga layak dikonsumsi oleh masyarakat. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, dan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan hewan qurban menderita penyakit.
Itu dilakukan saat ante mortem. Dan saat pos mortem ialah memeriksa daging kemudian organ seperti limpa, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.
“Kami periksa untuk memastikan bahwa hewan layak untuk dikonsumsi,” bebernya. (*)
DUKA 2 Cewek Bandung di Bajera Tabanan, Gede Suarsana Tak Bisa Menghindar, Nyawa Dini Melayang |
![]() |
---|
Laka Maut di Tabanan Bali, Dua Cewek Bandung Bernasib Tragis, Nyawa Fitriani Tak Tertolong |
![]() |
---|
Polres Tabanan Ungkap 4 Kasus Narkoba Sepanjang Agustus 2025, Dua Residivis Berstatus Mahasiswa |
![]() |
---|
KETERLALUAN! Pelaku Pencurian Pratima di Tabanan Jual Barang Rajahan Secara Online |
![]() |
---|
TARGET Kunjungan Hingga 7.000 Wisatawan, Jatiluwih Festival VI Suguhkan Booth UMKM & Atraksi Budaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.