Sponsored Content

Pertunjukan Joged Tradisi di PKB Romantis Tanpa 'Ngebor', Badung Diwakili Sanggar Seni Sudamala

Pertunjukan Joged Tradisi di PKB menghadirkan kesan romantis tanpa adegan 'Ngebor', Badung di Wakili Sanggar Seni Sudamala,

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Penampilan tari joged wakil Badung yang tampil di PKB pada Senin 26 Juni 2023. 

Kesan romantis tidak harus diciptakan melalui gerakan nakal, tetapi bisa melalui hal-hal sederhana seperti tatapan mata dan tingkah laku manja para penari.

"Kesan romantis tidak perlu saling berpelukan, hanya dengan saling bertatapan mata sudah bisa membuat hati penonton bergetar," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa selain penari joged, pengibing juga memiliki peran penting dalam menunjukkan kreativitas di atas panggung.

Sebagai lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, ia berharap pengibing yang berani tampil di atas panggung dapat berkreasi dengan tetap mengikuti pakem tradisi yang ada.

Oka Wiratmaja juga mengungkapkan bahwa selain tampil dalam PKB, Sanggar Sudamala juga telah memperkenalkan joged pakem tradisi melalui pertunjukan di acara Sekaa Teruna-Teruni (STT) di banjar atau desa, upacara adat, dan pertunjukan di hotel-hotel.

Di sisi lain, salah satu penari joged yang tampil, Ni Kadek Dwi Setiari (19)  memgakui fenomena joged erotis yang berlebihan banyak terjadi saat ini.

Ia selalu konsisten dalam menampilkan joged tradisi setiap kali mendapat undangan untuk tampil.

"Dalam kondisi seperti itu, penari yang sudah mengikuti aturan adat merasa kasihan. Apalagi terkesan jaruh," ucapnya 

Dengan adanya tarian joged 'ngebor' tersebut, mahasiswi Universitas Pendidikan Mahadewa Indonesia (UPMI) mengakui bahwa sebagian masyarakat sekarang melihat penari joged dengan pandangan negatif.

Namun, meskipun ada pandangan seperti itu, ia justru merasa tertantang untuk mengubah citra negatif tersebut. 

"Awalnya saya sebagai penari arja, jadi tidak ragu mencoba tantangan baru sebagai penari joged," ucapnya.

Meskipun masih baru dalam menekuni joged, ia sudah pernah tampil di luar kabupaten.

Menurutnya, pendapatan yang diperoleh dari satu pertunjukan sudah cukup baginya tanpa harus tampil secara erotis berlebihan.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved