Hujan Deras di Bali

253,5 Hektare Lahan Pertanian di Jembrana Bali Terdampak Cuaca Ekstrem, Terancam Gagal Panen

253,5 hektare lahan pertanian di Jembrana, Bali, terdampak cuaca ekstrem, jika hujan kembali terjadi maka petani terancam gagal panen.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Kondisi lahan pertanian di Subak Keduwa wilayah Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, yang masih tergenang air dampak cuaca ekstrem, Sabtu 8 Juli 2023. 

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Dampak cuaca ekstrem hujan deras yang terjadi selama dua hari mengakibatkan sejumlah bencana alam di Jembrana, Bali.

Selain banjir di pemukiman warga, juga mengakibatkan ratusan hektare sawah milik petani terendam air.

Beruntungnya kondisinya tidak sampai mengakibatkan pertanian warga puso alias gagal panen.

Sebab, air yang menggenangi lahan pertanian tersebut perlahan surut. 

Namun Kabid Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana mengungkap jika hujan serupa kembali terjadi, tak menutup kemungkinan bisa menyebabkan gagal panen.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, total luasan lahan pertanian yang terdampak cuaca ekstrem mencapai 253,5 Hektare dan yang terparah adalah subak di Kecamatan Negara.

Luasan tersebut meliputi komoditas padi, kedelai hingga jagung.

Rinciannya, di Kecamatan Negara ada 10 subak yang terdampak dengan luasan 165,5 hektare.

Di Kecamatan Mendoyo hanya ada satu subak yang terdampak dengan luasan 40 hektare.

Baca juga: Jaya Negara Imbau Warga Antisipasi Cuaca Buruk, Jangan Buang Sampah Sembarangan yang Sebabkan Banjir

Kemudian di Kecamatan Jembrana ada tiga subak yang terdampak dengan luasan 48 hektare. 

"Mulai dari komoditas padi, jagung dan kedelai. Total luasan yang terdampak karena hujan dengan intensitas tinggi kemarin seluas 253,5 hektare," kata Kadsi Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama saat dikonfirmasi, Minggu 9 Juli 2023. 

Dia melanjutkan, total luasan lahan pertanian tersebut tersebar di 14 subak di tiga kecamatan yang ada di Jembrana.

Namun, dampaknya hanya sempat terendam saja dan airnya perlahan surut. 

"Tidak sampai mengakibatkan puso," ungkapnya. 

Terpisah, Kabid Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Komang Ngurah Arya Kusuma menyebutkan, secara umum lahan terluas yang terdampak cuaca ekstrem kemarin adalah Kecamatan Negara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved