Berita Jembrana
Siswa Baru Diberikan Pemahaman Stop Bullying, Laksanakan Gebyar MPLS Bersama di Jembrana
Siswa Baru Diberikan Pemahaman Stop Bullying, Disdikpora Jembrana Berikan Pemahaman Lingkungan, Kebencanaan, Hingga Soal Perlindungan Anak
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Ratusan siswa perwakilan SMPN di Jembrana mengikuti kegiatan gebyar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Kebun Raya Jaganatha, Senin 10 Juli 2023.
Tahun ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana sengaja mengemas MPLS secara bersamaan karena memberikan pemahaman berbagai hal.
Seperti terkait lingkungan, kemudian penaggulanagan bencana hingga soal bullying serta kasus menyangkut anak yang terjadi saat ini.
Tiga topik ini dianggap penting untuk siswa setingkat SMP.
Tujuannya, agar anak dari SMP bisa lebih aware atau peduli terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2023/2024 ini memberikan pemahamaan siswa terhadap tiga tema.
Diantaranya lingkungan yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup, penanggulangan bencana dengan narasumber BPBD hingga terkait anak yang diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Bencana (PPPA-PPKB).
"Tahun ini kita memang sengaja lakukan bersama. Tapi hanya perwakilan saja dari masing-masing sekolah. Ada tiga tema yang kita berikan pemahaman," kata Anom Saputra saat dikonfirmasi, Senin 10 Juli 2023.
Menurut Anom, tiga tema ini dianggap sangat penting diberikan kepada para siswa terutama jenjang SMP agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Misalnya untuk tema lingkungan, siswa diharapkan bisa menjaga lingkungannya dari sampah. Apalagi di Jembrana sudah ada 16 sekolah yang menerapkan program Sekolah Kedas (keren tidak ada sampah).
Kemudian tema kebencanaan tujuannya agar siswa bisa lebih tanggap bencana serta mengetahui apa saja yang dilakukan ketika terjadi bencana alam.
Mengingat beberapa waktu belakangan ini sejumlah bencana alam terjadi di Jembrana dampak cuaca buruk.
"Untuk pemahaman terkait anak, yang utama adalah soal bullying atau perundungan. Di beberapa daerah lain masih terjadi hal seperti ini dan sebagai antisipasi kita harus berikan pemahaman bahwa bullying itu tidaak boleh dilakukan," jelasnya.
Baca juga: Kabag Prokopim Denpasar Dewa Rai Dimutasi Jadi Sekretaris Bapenda
Anom Saputra mengakui, meskipun kegiatan ini hanya dilakukan satu hari saja atau di hari pertama MPLS, pihak sekolah diharapkan terus memberikan pemahaman selama mereka mengikuti proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.
"Harapannya siswa terus dan rutin mendapat pemahaman seperti di sekolah masing-masing," harapnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.