Berita Buleleng

388 Lulusan SD Belum Terdaftar ke SMP, Dinas Pendidikan Buleleng akan Telusuri

Sebanyak 388 siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) di Buleleng belum terdaftar di SMP negeri maupun swasta.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ratu Ayu Astri Desiani/Tribun Bali
Sejumlah siswa baru di Buleleng saat mengikuti MPLS, Senin (10/7/2023). 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 388 siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) di Buleleng belum terdaftar di SMP negeri maupun swasta.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng pun akan melakukan penelusuran kepada ratusan siswa itu untuk memastikan alasan belum terdaftar di SMP.


Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, Senin (10/7), mengatakan, pihaknya akan melakukan penyisiran dalam waktu dekat.

Baca juga: DLH Buleleng Awasi Baku Mutu Air Danau Buyan, Antisipasi Pencemaran

Apabila dari hasil penyisiran tersebut ada siswa yang ditemukan tidak mendaftar karena terkendala ekonomi, maka pihaknya akan memasukkannya dalam posko drop out.


Sehingga melalui posko ini, pemerintah dapat memberikan bantuan berupa beasiswa hingga seragam sekolah, agar siswa tersebut dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP.

Selain itu, kata Surya, terdapat 355 siswa lulusan SD yang tidak melakukan pendaftaran ulang di jenjang SMP.

Baca juga: Ngotot Sekolah Keluar Zonasi, Banyak Siswa SMP di Gianyar Tercecer, Kadisdik: Kita Kembalikan

Pihaknya juga akan melakukan penelusuran untuk mengetahui apakah mereka pindah keluar daerah atau memutuskan untuk mendaftar di sekolah swasta.


"Jadi kami imbau juga kepada seluruh kepala sekolah untuk membantu melakukan follow up kepada siswa yang belum terdaftar di sekolah, untuk didaftarkan di sekolah terdekat sehingga seluruh masyarakat mendapatkan fasilitas pendidikan," jelasnya.

Baca juga: MPLS SMP di Denpasar Diminta Utamakan Kreativitas, Tak Ada Hukum Menghukum


Dikatakan Surya, saat ini seluruh siswa baru di jenjang TK hingga SMP mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari terhitung hingga Rabu (12/7).

Tercatat siswa baru di jenjang SMP yang mengikuti MPLS ini sebanyak 10.909 orang. Sementara di jenjang SD sebanyak 10 ribuan orang.


MPLS adalah salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa baru untuk mengenali lingkungan sekolah, metode belajar, sarana dan prasarana hingga petunjuk maupun tata tertib yang harus diketahui peserta didik baru.

"Yang mengikuti MPLS ini adalah siswa yang sudah daftar ulang dan sudah diterima diterima di sekolah," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved