Berita Klungkung
Antisipasi Kasus Meningitis Karena Bakteri, Dinkes Klungkung Ingatkan Warga Mebat Daging Matang
Antisipasi kasus meningitis karena bakteri, Dinkes Klungkung ingatkan warga mebat daging matang.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Kartika Viktriani
SEMARAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Masyarakat di Bali tidak bisa terlepas dari budaya mebat, menjelang Hari Raya Galungan.
Agar terhindar dari penyakit, masyarakat diingatkan untuk lebih sehat dalam mengolah makanan, agar terhindar dari bakteri ataupun parasit.
Misalnya memastikan daging benar-benar dalam keadaan matang sebelum dikonsumsi.
Menyambut Hari Raya Galungan, pada umumnya ada peningkatan konsumsi daging babi ataupun ayam di Bali. Untuk menyambut hari kemenangan dharma atas adharma itu, saat Penampahan Galungan (sehari sebelum galungan), umumnya Umat Hindu Bali merayakanya dengan mebat (menyiapkan berbagai olahan makanan). Salah satunya lawar, yang terbuat dari aging dicampur darah dan bumbu khas Bali.
Terkait hal ini, Dinas Kesehatan Klungkung mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai olahan daging mentah. Mengingat daging maupun darah babi mentah, mengandung bakteri Streptococcus sp yang dapat menyebabkan penyakit meningitis.
Memastikan daging dimasak dengan matang, menjadi upaya paling efektif untuk menghindari penyakit tersebut ditularkan dari hewan ke manusia.
"Beberapa waktu lalu ada kejadian (kasus meningitis). Sebenarnya tergantung dari pengolahan makanan yang dikonsumsi. Kita imbau mengolah makanan sebaik mungkin, sehingga tidak sampai ada terjangkit,” ujar Ida Ayu Megawati, Minggu 30 Juli 2023.
Baca juga: Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN Keluarkan Himbauan Pemasangan Penjor
Agar terhindar dari infeksi bakteri atupun parasit pada daging, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama memastikan daging yang aka dikonsumsi berasal dari ternak yang sehat. Sebelum mengolah daging, harus cuci tangan. Serta paling penting memastikan daging dimasak sempurna, sampai benar-benar matang.
"Kalau (daging diolah) setengah matang atau belum matang betul, biasanya ada bakteri yang menyertai. Ini yang harus dihindari," ungkap Megawati.
Menurutnya penyakit meningitis sangat berbahaya, bila terinfeksi ke manusia. Gejala meningitis atau radang selaput otak, meliputi kaku pada kuduk, demam, sakit kepala, hingga penurunan kesadaran. Bila terlambat penanganan, meningitis bisa berujung kematian.
“Kalau cepat tertangani tidak sampai parah,” ujar Megawati.
Kasus meningitis sempat mencuat di Klungkung pada Juni 2023 lalu. Sebanyak 11 warga harus dirawat di rumah sakit, karena diduga meningitis akibat infeksti bakteri Streptococcus. Dinas Kesehatan saat itu bahkan menurunkan tim dokter dan petugas surveilans ke Nusa Lembongan, untuk menelusuri penyakit meningitis yang menginfeksi warga tersebut. (mit)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.