Berita Bangli

Puluhan Warga Binaan Lapas Narkoba Kelas IIA Bangli Ikuti Program Kejar Paket C

Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas IIA Bangli membuka program kejar paket C bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Istimewa
Suasana peresmian sanggar belajar kejar paket C dan Sarana Asimilasi dan Edukasi, di Lapastik Bangli. Jumat (28/7/2023) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Kelas IIA Bangli membuka program kejar paket C bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Program ini dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi WBP. Tidak hanya dari sisi pembinaan namun juga dari sisi pendidikan.


Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu. Diakuinya program ini berdasarkan aspirasi dari WBP yang ingin kembali mengenyam pendidikan setara SMA.

Baca juga: UPDATE: Truk Tronton Sudah Dalam Kondisi Rem Blong 2 Kilometer, Sebelum Titik Kecelakaan di Bangli


"Ada sekitar 300an WBP yang ada di Lapastik Bangli menginginkan untuk kembali mengenyam pendidikan. "Mereka sudah lulus SMP, bahkan mereka pernah SMA tapi tidak selesai," ungkapnya, Jumat (28/7/2023). 


Usulan tersebut kemudian disetujui pihak Kemenkumham Bali.

Program kejar paket C di Lapastik Bangli bekerja sama dengan pihak ketiga. Yakni Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli serta Yayasan Tabur Tuai. 

Baca juga: Dampak Seretnya Gas Melon Belum Dirasakan Hingga Bangli, Begini Kondisinya 


"Mereka memfasilitasi tenaga pengajarnya, dan demikian juga izinnya. Sementara tempat dan sarana, disediakan oleh Lapastik Bangli. Program ini tujuannya agar warga binaan lebih komperhensif pendidikannya."

"Sehingga pembinaannya kita lakukan, pendidikannya juga tidak terabaikan," ucapnya. 


Anggiat mengatakan, program kejar paket C di wilayah Bali juga sudah dilaksanakan, tepatnya di Lapas Kelas IIB Karangasem.

Baca juga: Dewan Bangli Minta Klarifikasi BKSDA, Soal Penolakan Pembangunan Resort di Kawasan Konservasi

Selain Sanggar Belajar, imbuhnya, diresmikan pula Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pada Lapas Narkotika Bangli. 


"SAE ini dapat dijadikan tempat pembinaan kemandirian bagi WBP di Lapas Narkotika Bangli, dengan melakukan beberapa kegiatan didalamnya. Mulai dari budidaya ikan nila hingga penanaman berbagai macam sayuran," ungkapnya. 


Sementara Kepala Lapastik Kelas IIA Bangli, Agus Pritiatno mengatakan, serangkaian hari Dharma Karya Dhika ke 78, pihaknya juga membuka sanggar belajar kejar paket C. Pada tahap pertama dibuka untuk 35 orang. 

Baca juga: VIRAL di Medsos, Guru SMKN 4 Bangli Dikunci Siswa Karena Datang Terlambat!


"Kami membuk untuk satu kelas dulu, di mana satu kelas berisi 35 orang. Sesuai jadwal dari Yayasan Tabur Tuai dan Dinas Pendidikan, tahun ajaran baru dimulai pada 7 Agustus 2023," ujarnya.


Lanjut Agus, kebanyakan warga binaan sejatinya sudah lulus SMP dan sempat mengenyam pendidikan SMA.

Kendati demikian, dalam proses belajar mereka putus sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved