Penemuan Mayat di Karangasem

Breaking News! Penemuan Mayat Kakek yang Telah Mengering di Lereng Gunung Agung Tulamben Karangasem

Jenazah yang ditemukan yakni I Ketut Ubuh (71), warga Br. Kedampal, Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Penemuan jenazah sekitar Lereng Gunung Agung, tepatnya di aliran Sungai Bias, Banjar Batudawa Kaja, Desa Tulamben, Karangasem, Senin (31/7/2023) pagi. Jenazah ditemukan dalam kondisi kering. 

TRIBUN-BALI.COM - Breaking News!

Warga Batudawa, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem digegerkan dengan penemuan jenazah, di sekitar lereng Gunung Agung, tepatnya di aliran Sungai Bias, Banjar Batudawa Kaja, Desa Tulamben, Karangasem, Senin (31/7/2023) sekitar pukul 09.00 Wita.

Jenazah yang ditemukan yakni I Ketut Ubuh (71), warga Br. Kedampal, Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Jenazah ditemukan dengan posisi tergeletak, di atas bebatuan alur Sungai Bias. Tubuh korban sudah mengering. Hanya tersisa tulang dan kulit yang kering. Jenazah itu mengenakan jaket hitam.

Yang pertama menemukan jenazah, yakni I Ketut Pica (37), warga asal Batudawa Kaja, Tulamben, Kecamatan Kubu, Kab. Karangasem.

Baca juga: Insentif Kartu Prakerja Hingga Rp 4,2 Juta, Simak Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 58 Ini

Baca juga: 5.418 Bendera Merah Putih Hasil Donasi di Buleleng Akan Dipasang di Ruang Publik

Penemuan jenazah sekitar Lereng Gunung Agung, tepatnya di aliran Sungai Bias, Banjar Batudawa Kaja, Desa Tulamben, Karangasem, Senin (31/7/2023) pagi. Jenazah ditemukan dalam kondisi kering.
Penemuan jenazah sekitar Lereng Gunung Agung, tepatnya di aliran Sungai Bias, Banjar Batudawa Kaja, Desa Tulamben, Karangasem, Senin (31/7/2023) pagi. Jenazah ditemukan dalam kondisi kering. (Istimewa)

 

Pria berprofesi petani awalnya hendak mencari pakan ternak di lokasi ditemukan jenazah. Jarak dari Embung Batudawa ke lokasi sekitar 1,5 Km. Ditempuh dengan jalan kaki.

Sesampai di lokasi, Ketut Pica mencium bau tak sedap. Setelah dicek, ternyata ada sesosok jenazah yang tergeletak.

Dikarenakan kaget dan takut, bersangkutan ke bawah dan memberitahu I Wayan Swastika. Lalu dilaporkan ke Bhabinkamtibmas serta Babinsa melalui handphone terkait penemuan mayat ini.

"Saya kaget melihat sesosok mayat tergeletak di atas bebatuan di tengah Sungai Bias. Kemudian saya ke bawah, dan melaporkan ke I Wayan Swastika," kata I Ketut Pica saat memberikan keterangan ke petugas kepolisian.

Beberapa jam kemudian, tim Identifikasi dan Kesehatan dari Puskesmas Kubu 1 melaksanakan pemeriksaan.

Diperkirakan jenazah sudah lama meninggal dunia. Dikarenakan kondisi jenazah tinggal tukang dan kulit kering. Jenazah dievakuasi petugas ke rumah duka oleh keluarga korban di Br.Kedampal, Datah.

Nyoman Rinda, keluarga korban, mengatakan, I Ketut Ubuh, dilaporkan hilang sejak 8 Juni 2023.

Artinya bersangkutan sudah hilang hampir 2 bulan. Keluarga yang bersangkutan sempat melakukan pencarian ke beberapa tempat, tapi tidak ditemukan. Akhirnya beberapa hari kemudian dilaporkan ke polsek.

"Korban keluar dari rumah 8 Juni 2023, setelah itu saya tidak pernah tahu kabarnya dan melihat. Keluarga sempat melakukan pencarian sekitar rumah, tapi tidak ditemukan. Kita sempat lapor ke kepolisian. Setelah ini korban akan dikubur. Korban mengidap penyakit gangguan jiwa,"tambah Rinda, sapaan akrabnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved